Oleh : Ibnu Hajar Mahbub
Di dalam _Kitab Bidayah wan Nihayah, karya Ibnu Katsir_ disebutkan bahwa Nabi Ibrahim wafat secara tiba-tiba, sebagaimana wafatnya Nabi Dawud dan Nabi Sulaiman. Namun ada juga yang berpendapat bahwa Nabi Ibrahim wafat karena penyakit yang dideritanya. Beliau wafat ketika berusia 175 tahun, riwayat lain mengatakan bahwa beliau wafat di usia 200 tahun.
Ketika Malaikat Izrail datang kepada Nabi Ibrahim untuk mencabut nyawanya, Nabi Ibrahim berkata ;_*”Wahai Izrail, apakah engkau tidak mempunyai rasa kasih sayang sedikit pun. Bukankah engkau tahu bahwa aku adalah kekasih Allah ?”*_.
Kemudian الله berfirman melalui Malaikat Izrail : _*”Wahai KholiluLLOH, apakah engkau tidak suka berjumpa dengan Zat yang kau kasihi itu”*_? (HR. Ahmad).
Akhirnya Nabi Ibrahim bersedia untuk dicabut nyawanya agar segera berjumpa dengan yang dikasihi.
Namun sebelum dicabut nyawanya, Nabi Ibrahim meminta kepada Malaikat Izrail untuk menunjukkan cara dia mencabut nyawa manusia yang durhaka kepada الله. Malaikat Izrail lalu menjawab : _*”Wahai kholilulloh, engkau tidak akan sanggup untuk melihatnya”*_.
_*”Namun Nabi Ibrahim tetap bersikeras kepada Malaikat Izrail untuk memperlihatkannya. Ketika Nabi Ibrahim, tiba-tiba Nabi Ibrahim melihat wajah yang sangat hitam, kepalanya mencapai langit dan dari mulutnya keluar jilatan api. Pada tubuhnya, tidak ada sehelai rambutpun kecuali api yang menyala-nyala”*_.
Menyaksikan itu, Nabi Ibrahim langsung pingsan. Ketika siuman, beliau berkata : _*”Wahai Izrail, seandainya orang kafir tidak mendapat siksa akibat kekufurannya itu, maka hanya melihatmu saja dengan rupa yang demikian sudah cukup baginya sebagai penderitaan dan siksaan”*_,
Selanjutnya, Nabi Ibrahim meminta kepada Malaikat Izrail untuk menunjukkan bagaimana ia akan mencabut nyawa seorang Muslim yang beriman. _*”Lalu, Malaikat Izrail menunjukkan dirinya dengan rupa yang tampan dan berpakaian serba putih bersih”*_.
Setelah diperlihatkan dua jenis keadaan makhluk yang akan dicabut nyawanya, Nabi Ibrahim kemudian dicabut nyawanya dalam keadaan yang sebaik-baik keadaan. Beliau dimakamkan di sebuah guwa di daerah _Habrawan Palestina_ dekat dengan makam istrinya _Siti Sarah_ yang meninggal terlebih dahulu saat Siti Sarah berusia 137 yaitu saat Nabi Ibrahim berada di Mekah dalam kunjungannya yang kelima, praktis Nabi Ibrahim tidak ikut memakamkan dan menshalatkan istrinya. Sementara pemakaman Nabi Ibrahim dilakukan oleh putra beliau yaitu Nabi Ishaq.
_*Tambihun*_
_*”Di dalam Al-Qur’an Surat Maryam, ayat 58 disebutkan empat nabi yaitu Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, dan Nabi Israel (Ya’qub). Nabi Adam disebutkan dalam kapasitasnya sebagai moyang ummat manusia. Nabi Nuh disebutkan dalam kapasitasnya sebagai moyang kedua ummat manusia pasca kejadian banjir besar. Nabi Ibrahim disebutkan karena kenabian bermuara kepadanya, dan pohon kenabian menancap pada dirinya”*_.
Dari pohon kenabian itu muncul dua cabang, yaitu :
_Pertama_, cabang Ismail yang terepresantikan pada Nabi Ismail, putra Nabi Ibrahim. Cabang ini ditutup dengan pamungkas para nabi dan rosul, yaitu _*Muhammad RosuluLLOH*_, penghulu anak turun Nabi Ismail, bahkan penghulu seluruh anak keturunan Adam.
_Kedua_, cabang Israel yang dipresentasikan oleh Israel atau Nabi Ya’qub cucu Nabi Ibrahim. Dia adalah bapak dari Bani Israel dan pangkal dari anak cucu mereka. Kemudian putra Nabi Ya’qub, yaitu Nabi Yusuf, kemudian Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Dawud, Nabi Sulaiman, Nabi Zakaria, Nabi Yahya, kemudian terakhir Nabi Isa putra Maryam.
Dari dua cabang kenabian tersebut, sampai sekarang bangsa Israel tidak pernah mengakui kenabian RosuluLLOH dari cabang Nabi Ismail dan hanya mau mengakui nabi dari cabang Nabi Israel (Nabi Ya’qub). Pantaslah selamanya bangsa Israel selalu memusuhi ummat Islam, terutama Palestina.
والله اعلم بالصواب
*╾╌╌─⃟ꦽ⃟𖧷۪✍🏻𖧷۪۪ᰰ⃟ꦽ⃟ ─╌╌╸*
Pondok Aren
Jumat, 12 Juni 2026
26 Dzulhijjah 1446 H
