MEMPAWAH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah Desa Galang, Kecamatan Sungai Pinyuh, Kabupaten Mempawah, pada Minggu (8/2/2026).
Peristiwa tersebut menghanguskan kurang lebih 10 hektare lahan gambut dan semak belukar.
Kebakaran dilaporkan mulai terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Menyikapi kejadian tersebut, Polri bersama TNI dan tim gabungan segera turun ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman guna mencegah meluasnya kebakaran.
Kapolsek Sungai Pinyuh, AKP Setyadi, mengatakan bahwa lokasi kebakaran berada di RT 002 RW 001 Dusun Utara, Desa Galang, tepatnya pada titik koordinat 0,2952990, 109,1085570.
“Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 10 hektare. Kondisi lahan berupa gambut dan semak belukar sehingga api cepat menyebar,” ujar AKP Setyadi.
Ia menjelaskan, proses pemadaman melibatkan BPBD Kabupaten Mempawah, TNI, Polri, Tim Pemadam Kebakaran, serta unsur terkait lainnya. Pemadaman dilakukan secara intensif hingga larut malam dengan dukungan peralatan dan sumber air yang tersedia.
“Dengan sinergi seluruh pihak, proses pemadaman dapat dilakukan secara maksimal. Saat ini api masih dalam tahap pemadaman dan situasi terpantau relatif kondusif,” jelasnya.
AKP Setyadi menambahkan, kebakaran tersebut berdampak terhadap aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi Jalan Raya Galang. Asap tebal yang ditimbulkan menyebabkan jarak pandang terbatas dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.
“Kami menerjunkan personel Unit Lantas bersama anggota Polsek Sungai Pinyuh untuk melakukan pengaturan lalu lintas guna mencegah terjadinya kecelakaan,” katanya.
Selain itu, Forkopimcam Sungai Pinyuh bersama unsur terkait juga melakukan langkah antisipatif dengan membagikan masker kepada pengendara dan warga sekitar untuk mencegah gangguan pernapasan akibat paparan asap.
“Pembagian masker dilakukan karena asap cukup tebal dan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya ISPA,” tambahnya.
Terkait penyebab kebakaran, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan. Hingga saat ini, belum diperoleh keterangan saksi yang dapat memastikan sumber api.
“Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Belum dapat dipastikan apakah kebakaran disengaja atau disebabkan faktor lain,” tegas AKP Setyadi.
Ia juga mengingatkan adanya potensi munculnya kembali titik api mengingat kondisi cuaca yang kering serta karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar.
“Kami tetap siaga dan melakukan pemantauan karena masih dimungkinkan terdapat sisa api yang belum terdeteksi,” pungkasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Polri mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan, terutama menjelang musim kemarau.(Redaksi swanara)
