Bandar Lampung – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama bulan suci Ramadan, Polsek Tanjung Karang Timur melakukan penertiban aksi premanisme di sejumlah titik rawan di wilayah hukumnya, Senin (23/2/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolsek Tanjung Karang Timur, Kompol Kurmen Rubiyanto, ini menyasar praktik pungutan liar yang kerap dilakukan oleh oknum “Pak Ogah” di sejumlah perputaran jalan, khususnya di kawasan Jalan Gajah Mada dan sekitarnya.
Kapolsek Tanjung Karang Timur, Kompol Kurmen Rubiyanto menjelaskan bahwa penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama Ramadan, saat aktivitas masyarakat meningkat, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman selama bulan suci Ramadan. Tidak boleh ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dengan melakukan pungutan liar atau tindakan yang meresahkan,” ujar Kompol Kurmen Rubiyanto.
Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan lima orang yang diduga kerap melakukan pungutan liar di perputaran jalan.
Rinciannya, tiga orang diamankan di Jalan Gajah Mada, tepatnya di perputaran depan Rumah Sakit Graha Husada. Sementara dua orang lainnya diamankan di Jalan Gajah Mada, perputaran dekat Toko Cat Abadi.
Dari kelima orang tersebut, petugas turut mengamankan uang tunai sebesar Rp72 ribu yang diduga merupakan hasil pungutan liar dari para pengendara yang melintas di lokasi tersebut.
Kapolsek menegaskan bahwa praktik semacam ini tidak dapat dibenarkan karena meresahkan masyarakat dan berpotensi mengganggu ketertiban umum. Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan humanis.
“Kelima orang tersebut kami bawa ke Mapolsek Tanjung Karang Timur untuk dilakukan pendataan dan pembinaan. Kami memberikan peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya. Jika ke depan masih ditemukan melakukan hal serupa, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.
Polsek Tanjung Karang Timur juga mengimbau masyarakat agar tidak segan melaporkan apabila menemukan praktik pungutan liar atau aksi premanisme di lingkungan sekitarnya.
Sinergi antara masyarakat dan kepolisian dinilai penting dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif.(hidayat/red)
