Sumbar – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) bergerak cepat memberikan layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana banjir.
Pada Rabu (14/1/2026), tim medis menyisir sejumlah titik pengungsian dan posko darurat di Kota Padang serta Kabupaten Padang Pariaman untuk memberikan pengobatan gratis.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 113 warga mendapatkan penanganan medis di enam lokasi berbeda, yakni Posko Huntara Lubuk Buaya, Lubuk Minturun, Gunung Nago, Tabing Banda Gadang, Air Dingin, dan Tanah Taban di Padang Pariaman.
Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, dr. Faizal, menyampaikan bahwa mayoritas warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan pascabencana akibat faktor kelelahan dan lingkungan yang kurang higienis.
Kami menemukan banyak warga mengeluhkan demam, batuk, flu, serta gatal-gatal pada kulit. Ada juga beberapa lansia yang mengalami kekambuhan hipertensi dan asam lambung. Kehadiran tim medis di lapangan bertujuan memastikan warga tidak hanya mendapatkan bantuan logistik, tetapi juga jaminan kesehatan fisik selama masa pemulihan, ujar dr. Faizal.
Layanan kesehatan ini merupakan instruksi langsung dari Kapolda Sumbar sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Tim Biddokkes menyiagakan personel dan obat-obatan yang cukup untuk menjangkau warga di lokasi-lokasi yang masih sulit mengakses fasilitas kesehatan umum.
Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menegaskan bahwa Polri akan terus hadir di tengah masyarakat hingga situasi benar-benar kondusif.
Bakti kesehatan ini adalah bagian dari Operasi Kemanusiaan Polda Sumbar. Kami ingin memastikan masyarakat yang berada di posko-posko pengungsian mendapatkan perawatan yang layak. Personel di lapangan tidak hanya fokus pada evakuasi dan pengamanan, tetapi juga perlindungan kesehatan bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, tegas Kombes Pol Susmelawati.
Selain layanan pengobatan, tim Dokkes Polda Sumbar juga memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan di lingkungan posko untuk mencegah penyebaran penyakit menular pascabanjir seperti diare dan penyakit kulit.(Redaksi swanara)
