Polda Sumbar Angkat UAS Jadi Penasihat Resmi

1773642053_1af7cb5390fd9de6a4cc.jpg

Sumbar – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat melakukan terobosan baru dalam pendekatan pelayanan masyarakat dengan mengadopsi konsep Culture Policing.

Momentum ini ditandai dengan penganugerahan gelar kehormatan kepada dai kondang Prof. H. Abdul Somad, Lc., D.E.S.A., Ph.D. (UAS) sebagai Penasihat Polda Sumbar, Senin (16/3/2026).

Penganugerahan yang berlangsung di halaman Mapolda Sumbar tersebut ditandai dengan penyerahan selempang dan piagam penghargaan langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta, M.Si. Acara ini disaksikan oleh ribuan personel jajaran Polda Sumbar, baik yang hadir secara fisik maupun melalui sambungan virtual.

Dalam sambutannya, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa Culture Policing merupakan strategi Polri untuk menempatkan kearifan lokal sebagai elemen strategis yang berjalan paralel dengan tugas kepolisian.

“Kami meyakini aturan hukum negara akan lebih efektif jika disinergikan dengan norma adat istiadat dan nilai luhur, terutama falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di Minangkabau,” ujar Kapolda.

Ia menambahkan bahwa peran polisi kini juga menjadi fasilitator harmoni budaya demi terciptanya ketertiban sosial yang organik.

Senada dengan hal tersebut, Kabiro SDM Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, menekankan pentingnya penguatan karakter personel melalui bimbingan spiritual.

“Kehadiran UAS sebagai penasihat merupakan bagian dari upaya kami dalam pembinaan mental dan spiritual personel. Kami ingin mencetak insan Bhayangkara yang tidak hanya profesional secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak sehingga mampu melayani masyarakat dengan hati yang tulus,” ungkap Kombes Pol Anissullah.

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa semangat Culture Policing ini juga diimplementasikan melalui program penghijauan ASRI yang melibatkan seluruh jajaran.

“Sesuai arahan Kapolda, gerakan ini dilaksanakan serentak oleh 19 Polres jajaran. Dengan dukungan bimbingan moral dari para ulama, kami ingin memastikan Polri menjadi pelopor dalam menjaga ekosistem. Ini adalah bentuk kesadaran kolektif bahwa merawat lingkungan dan harmoni sosial adalah bagian dari pengabdian kepada Tuhan dan negara,” pungkas Kombes Pol Susmelawati.

Acara ditutup dengan doa bersama, menandai babak baru sinergi antara kepolisian, ulama, dan masyarakat di Ranah Minang dalam menjaga ketertiban yang damai dan penuh keberkahan.(Redaksi)

scroll to top