Polda Maluku ; Warga Tak Terprovokasi Setelah Antar-Kelompok Bentrok

image-26.jpeg

Maluku – Polda Maluku mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi usai bentrok antar kelompok pemuda di Desa Danar, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, yang terjadi sejak Jumat (26/3) malam hingga Sabtu (27/3) dini hari.

“Benar telah terjadi bentrokan antar kelompok pemuda. Personel Polres Maluku Tenggara dibantu satuan Brimob telah melakukan penanganan secara cepat sehingga situasi saat ini berangsur kondusif,” jelas Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, Jumat (27/3/2026).

Ia menjelaskan, peristiwa bermula dari kesalahpahaman antar pemuda yang kemudian memicu konsentrasi massa dan aksi saling lempar.

Situasi sempat mereda setelah kehadiran aparat, namun kembali terjadi eskalasi pada dini hari hingga menyebabkan bentrokan lanjutan.

Dalam peristiwa tersebut, sejumlah korban mengalami luka-luka, baik dari pihak kepolisian maupun masyarakat.

Tiga anggota Polri yang terluka yakni Wakapolres Malra Kompol Djufri Jawa, Kasat Reskrim AKP Barry Talabessy, serta personel Satsamapta Bripda Siswanto Sofyan.

Sementara dari pihak masyarakat, tiga orang dilaporkan mengalami luka-luka, serta satu orang berinisial FAR (25) meninggal dunia.

Selain korban jiwa dan luka, bentrokan juga mengakibatkan kerugian materiil berupa tiga unit rumah terbakar, empat unit rumah rusak berat, serta satu unit sepeda motor hangus terbakar.

Data tersebut masih bersifat sementara dan akan diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

Kabid Humas menambahkan, situasi saat ini telah berhasil dikendalikan oleh aparat Polres Maluku Tenggara bersama personel Brimob Yon C Pelopor.

Aparat juga telah melakukan penyekatan untuk memisahkan kedua kelompok yang bertikai.

Ia menegaskan, Polri mengedepankan langkah persuasif, penegakan hukum secara profesional, serta koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah daerah guna menjaga stabilitas keamanan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menahan diri, tidak terprovokasi, serta mempercayakan penanganan sepenuhnya kepada aparat keamanan. Upaya rekonsiliasi dan pemulihan situasi sosial terus dilakukan,” tegasnya.

Aparat kepolisian masih melakukan pengamanan di lokasi kejadian serta pendalaman lebih lanjut guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.(Redaksi swanara)

scroll to top