Pernyataan Dandim 1416/Muna Terkait Video Oknum TNI Mengamuk Bawa Sajam Merusak Rumah Kades Loghorio : Pelaku Berstatus Desersi Dan Telah Diamankan

MUNA – Komandan Kodim (Dandim) 1416/Muna, Letkol Inf Salman Habibu, angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan seorang oknum anggota TNI mengamuk membawa senjata tajam (sajam) dan merusak rumah Kepala Desa (Kades) Laghorio.

Ia memastikan bahwa pelaku saat ini telah berhasil ditangkap dan diamankan oleh pihak berwenang.

​Pernyataan resmi tersebut disampaikan langsung oleh Letkol Inf Salman Habibu pada Selasa (14/4/2026).

Dalam keterangannya kepada awak media, Dandim Muna menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan sehari setelah insiden perusakan tersebut terjadi.

​”Pada hari Senin tanggal 13 April pukul 07.45, kita sudah melakukan penangkapan. Di mana sebelumnya ada kejadian pada hari Minggu malam, yaitu perusakan di rumah Pak Kades di Desa Lohorio (Laghorio),” ujar Letkol Inf Salman Habibu dalam keterangannya.

ia merinci bahwa proses penangkapan oknum TNI tersebut berlangsung pada Senin pagi (13/4) pukul 07.45 WITA, bertempat di Jalan Poros Raha – Wakuru, Desa Laghorio, Kecamatan Kontu Kowuna, Kabupaten Muna.

​Berdasarkan fakta yang diungkapkan oleh Dandim 1416/Muna, pelaku diketahui merupakan oknum anggota TNI dari kesatuan 751/Cenderawasih. Fakta lainnya yang terungkap adalah pelaku ternyata sudah meninggalkan tugas tanpa izin atau berstatus desersi selama beberapa bulan.

​”Oknum TNI dari 751 Cenderawasih itu sudah kita amankan. Oknum tersebut diketahui telah melaksanakan desersi sejak bulan Februari lalu,” tegasnya.

​Guna menjalani proses hukum lebih lanjut, pihak Kodim 1416/Muna langsung memindahkan pelaku ke Kota Kendari pada hari ini. Pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan kesatuan asal pelaku terkait status desersinya.

​”Pada hari ini (Selasa) kami akan melanjutkan untuk membawa oknum tersebut menuju ke Subdenpom Kendari untuk dilakukan tindak lanjut. Kemudian kita akan meminta agar dari satuannya datang menjemput oknum desersi tersebut,” tutup Letkol Inf Salman Habibu.(Red)

scroll to top