Oleh : Ibnu Hajar Mahbub
Di pagi buta, setelah mendapatkan jaminan dari اَللّهُ ﷻ akan keamanan dan keselamatan Siti Hajar dan putranya Nabi Ismail, Nabi Ibrahim keluar dari tendanya atau rumahnya yang terletak di pinggiran _Hebron_. Nabi Ibrahim kemudian mengumpulkan Siti Hajar, Nabi Ismail, dan perbekalan yang diperlukan untuk menempuh perjalanan panjang dan jauh.
Setelah semua persiapan rampung, ketiganya meninggalkan rumah dan pergi ke selatan menuju daerah tak bertuan.
Tidak diketahui secara pasti, apakah Nabi Ibrahim sudah tahu tujuan akhirnya ataukah sudah tahu kemana اَللّهُ ﷻ memerintahkannya untuk berjalan. Yang jelas, Siti Hajar tidak diberitahu kemana akan pergi.
Dalam perjalanan yang ditempuhnya itu Nabi Ibrahim mengikuti rute perjalanan yang biasa dilalui oleh kafilah menuju _Semenanjung Arab_ ke negara-negara di Laut Tengah, melewati bebatuan berbukit, cuaca panas yang menyengat, memasuki hutan belantara yang dipenuhi dengan binatang buas dan melata, dan mungkin juga menyeberangi sungai dan lautan. Jika malam hari tiba, ketiganya beristirahat di suatu tempat yang agak nyaman. Bisa jadi dalam peristirahatan itu ada kafilah lain yang bergabung atau mungkin juga Nabi Ibrahim yang ikut bergabung bersama mereka.
Kita tidak membahas lebih lanjut kesulitan yang mungkin dijumpai selama dalam perjalanan itu karena pasti banyak cerita suka dan duka yang dialami mereka, termasuk dari mana mereka memperoleh makanan yang dikonsumsi setiap harinya. Namun bagaimana pun kondisinya, akhirnya sampailah ketiganya di sebuah *lembah tandus yang terletak lebih dari 700 mil (1.200 km) dari Tenggara Hebron (Palestina).*
Ketika ketiganya memasuki lembah tersebut, dilihatnya tidak ada satupun penduduk apalagi pemukiman permanen di sekitarnya. Lembah itu dinamakan *_bakka_*.
Secara kebahasaan _*bakka*_ berarti “tempat yang sempit” atau berarti “sebuah lembah yang hanya cocok ditanami pohon balsem”. Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail kecil, akhirnya berhenti di lembah ini.
Sebagaimana telah dikemukakan di atas, jalur lurus antara _Hebron dan Bakka_ diperkirakan *berjarak 700 mil (sekitar 1.200 km)*. Namun rute perjalanan itu ternyata tidak merupakan jalan lurus karena kondisi tanah dan danau yang dijumpai. Karena itu, jarak yang ditempuh oleh ketiganya pasti lebih jauh dibandingkan dengan perkiraan jarak lurus.
Para ahli sejarah memperkirakan bahwa rute dari Hebron menuju Bakka ditempuh dalam waktu *empat puluh hari jika dilalui dengan berkendara unta*. Namun unta belum dijinakkan sebagai kendaraan tunggangan pada waktu itu. Dengan demikian jika diperkirakan angkutan yang digunakan adalah dengan menggunakan _*keledai*_ pasti jauh lebih dari 40 hari, bahkan kemungkinan jarak yang ditempuh sekitar dua bulan atau lebih.
Kita dapat membayangkan kesedihan yang pasti dialami oleh Nabi Ibrahim ketika melihat Siti Hajar dan Nabi Ismail kecil yang terlihat kelelahan menempuh perjalanan jauh. Sementara di lubuk hati Siti Hajar selalu mempertanyakan tujuan perjalanan ini. Namun sebagai _*istri yang patuh terhadap suami, Siti Hajar menuruti apa yang dikehendaki*_.
Terlepas dari berkecamuknya perasaan Nabi Ibrahim dan Siti Hajar, akhirnya ketiganya mencapai _*Lembah Bakka*_ yang kemudian dikenal sebagai *_Mekkah_* itu.
والله اعلم بالصواب
*╾╌╌─⃟ꦽ⃟𖧷۪✍🏻𖧷۪۪ᰰ⃟ꦽ⃟ ─╌╌╸*
Jatiwaringin
Rabu, 28 Mei 2026
10 Dzulqaidah 1447 H
_*SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA*_
(D.e.p)
