Mendikdasmen ; Pentingnya Memahami Pesan Al Quran melalui Tadabbur

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya tadabbur Al Quran pada bulan Ramadan guna mendorong umat memahami pesan Al Quran secara mendalam bagi kehidupan sehari-hari.

“Kita tidak boleh berhenti hanya pada membaca. Kita perlu berdialog dengan Al Qur’an melalui tadabbur agar pesan-pesannya benar-benar menancap di hati dan menggerakkan tindakan,” terang Mendikdasmen, Jumat (6/3/2026).

Mendikdasmen menyebut Ramadan sebagai bulan literasi dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia karena berbagai tradisi keagamaan yang berkembang mampu memperkaya pemahaman umat terhadap ajaran agama.

Menurut dia, sejumlah praktik seperti kuliah tujuh menit (kultum) dan tadarus menjadi contoh bagaimana nilai-nilai agama berkembang menjadi budaya sosial di tengah masyarakat.

“Ramadan di Indonesia bisa disebut sebagai bulan literasi karena banyak kegiatan dakwah dan pengajian agama yang memperkaya pemahaman masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung fenomena vernakularisasi agama, yakni proses ketika ajaran agama hadir dalam bentuk budaya yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Tradisi seperti buka puasa bersama maupun halal bihalal, menurutnya, merupakan contoh bagaimana nilai agama berkembang menjadi praktik sosial yang diterima berbagai kalangan.

Mendikdasmen mengingatkan bahwa Ramadan juga dimaknai sebagai syahrul Quran, yaitu bulan ketika Allah Subhanahu Wa Ta’ala (SWT) menurunkan Al Quran kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam (SAW).

Di Indonesia, kata dia, tradisi membaca Al Quran pada bulan Ramadan sangat kuat, bahkan banyak umat Islam menargetkan khatam melalui pendekatan seperti one day one juz. “Namun, membaca Al Quran saja belum cukup jika tidak diiringi dengan pemahaman terhadap makna ayat-ayatnya,” ujarnya.

Mendikdasmen juga menyoroti kecenderungan yang disebut sebagai mistifikasi Al Quran, yaitu ketika ayat-ayat Al Quran diperlakukan secara magis atau sekadar dijadikan jimat, sehingga berpotensi mengaburkan fungsi utama Al Quran sebagai petunjuk hidup bagi manusia.

Sebagai alternatif Mendikdasmen Abdul Mu’ti mendorong objektifikasi Al Quran melalui proses tadabbur, yakni merenungkan dan memahami makna ayat-ayat Al Quran secara mendalam agar nilai-nilainya dapat dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.(Yanto/red)

scroll to top