Longsor Di Desa Cikakak Kecamatan Wangon

Banyumas – Longsor terjadi di Grumbul Gandarusa, Desa Cikakak, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, pada Jumat malam (2/1/2026) sekitar pukul 20.30 WIB.

Peristiwa ini dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dan menyebabkan jalan penghubung antargrumbul putus total.

Kepala Desa Cikakak Akim, menjelaskan longsor terjadi secara tiba-tiba saat sebuah mobil Avanza melintas di Jalan Sabawengi, jalur menuju Grumbul Gandarusa, Pelanjan, serta SMP Negeri 3 Wangon.

Saat kendaraan melintas, badan jalan ambles dan longsor bersamaan dengan mobil.

“Pas dilewati mobil Avanza, tiba-tiba jalan longsor bareng dengan mobilnya dan terperosot ke bawah kurang lebih 10 meter,” ujarnya.

Mobil dengan nomor polisi R 1445 HP tersebut terguling ke area selokan kecil di bawah jalan.

ruas jalan sepanjang sekitar 30 meter mengalami kerusakan parah dengan kedalaman mencapai 8 hingga 10 meter.

Beruntung, peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa. Akim menyebutkan, mobil hanya berisi satu orang pengemudi yang mengalami luka ringan.

“Alhamdulillah pengemudi selamat, hanya mengalami memar-memar karena benturan saat terbawa longsor,” katanya.

Akses jalan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat dan ditutup total.

Warga hanya diperbolehkan melintas dengan berjalan kaki, mengingat jalan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas warga dan jalur menuju sekolah.

“Untuk sementara warga yang mau lewat ya jalan kaki. Kendaraan sama sekali tidak bisa lewat,” jelasnya.

Bagi pengguna kendaraan, jalur alternatif harus memutar melalui wilayah Kecamatan Lumbir dengan waktu tempuh yang jauh lebih lama.

Jika biasanya hanya memerlukan sekitar 10 menit, kini perjalanan bisa mencapai 40 menit hingga satu jam.

Proses penanganan masih menunggu kedatangan alat berat berupa crane untuk mengevakuasi kendaraan yang terperosok.

Jika alat berat tidak memungkinkan masuk ke lokasi, evakuasi akan dilakukan secara manual dengan swadaya masyarakat.

Lokasi longsor berada di luar area permukiman warga, sekitar 200 meter dari rumah penduduk, sehingga tidak berdampak pada bangunan atau lahan milik warga.

Pemerintah desa berharap adanya bantuan dari pihak terkait agar akses jalan tersebut dapat segera ditangani dan dipulihkan kembali, mengingat fungsinya yang vital sebagai penghubung antargrumbul dan akses pendidikan.(Redaksi)

scroll to top