Oleh : _Ibnu Hajar Mahbub_
Betapa indah dan menyentuh hati, untaian hikmah yang disampaikan oleh Almarhum _*Prof. Buya HAMKA*_ (Allohu Yarham) melalui prosanya yang dimuat dalam Tabloid Panji Masyarakat, berikut :
_*”Tertegun diri mengingat usia yang tak lagi muda. Langkah kaki mulai melemah tak berdaya. Mata mulai rabun ketika senja telah tiba. Telinga pun sudah mulai berkurang kepekaannya”*_.
_*”Hari berganti pekan tak terasa waktu sudah penuh sebulan. Begitu pun bulan berlalu hingga tiba di tahun depan. Putaran waktu tak ada yang dapat menahan. Hingga tiba di penghujung kehidupan”*_.
_*”Lantas kita akan bertanya. Kemana waktu yang telah lewat kita habiskan, memberi manfaatkah yang kita lakukan, berapa orang yang terluka hatinya karena perbuatan kita?”*_.
_*”Kita pernah bercita-cita ingin sholat tahajjud setiap hari, ingin puasa senin-kamis, ingin puasa di hari putih, ingin bersedekah, ingin menyantuni anak yatim, dan kebaikan lainnya. Tapi, apakah semua keinginan itu terlaksana?”*_.
_*”Ketika semua itu hanya tinggal sederet daftar keinginan, lalu tiba-tiba ketika jelang pergantian tahun usia kita semakin bertambah dan antrian menuju ajal semakin dekat, jiwa ini melolong dalam sedihnya penyesalan. Walaupun kita tidak tahu kapan ajal itu akan menghampiri. Yang pasti antrian itu semakin pendek”*_.
_*”Mati bukan soal usia. Ada yang baru terlahir di dunia اَللّهُ ﷻ sudah panggil menghadap-Nya. Ada yang berusia remaja ternyata sudah habis masanya. Ada yang mulai tumbuh mendewasa ternyata telah sampai di batas umurnya. Bahkan sudah tua renta الله masih ijinkan untuk menikmati hidupnya”*_.
Di dalam buku “Qishoshul Aulia” diceritakan bahwa suatu ketika _Hasan Al-Bashri_ mengangkat pertanyaan di suatu majelis, _*”Wahai para orang lanjut usia yang terhormat, apakah yang dinanti dari tanaman pertanian yang sudah tua ?”*_.
Mereka menjawab, _*”Masa panen”*_
Lalu Hasan Al-Bashri melemparkan pandangannya pada para pemuda dan berkata, _*”Para pemuda yang kucintai, ingatlah adakalanya tanaman itu layu sebelum tua”*_
_*Saudaraku, mari kita pejamkan mata sejenak dan renungi nasihat Hasan Al Bashri di atas hingga menyadari bahwa semua yang berlalu tak dapat kembali. Jarum jam kehidupan telah berputar. Maka tanamlah kebaikan hingga kelak kita menjadi mulia saat berjumpa kematian untuk menghadap-Nya.”*_
والله اعلم بالصواب
┈••✾•◆❀◆•✾••
Pndok Aren
Senin, 15 Juni 2026
30 Dzulhijjah 1447 H
