KEMELUT IJAZAH JOKOWI DAN MAHASISWA BAYARAN GIBRAN

IMG-20260617-WA0019-1.jpg

Oleh: Saiful Huda Ems.

Memperhatikan pernyataan demi pernyataan Roy Suryo dan Tifa setelah ditangguhkan penahanannya, lalu mereka berterimakasih pada Presiden Prabowo Subianto, Kejaksaan Agung, Kepolisian dll., saya melihat yang terpojok saat ini justru yang melaporkan mereka, yakni Jokowi. Tak terhitung juga banyak tokoh-tokoh masyarakat yang malah meminta Jokowi untuk segera menunjukkan ijazahnya, jika memang Jokowi mempunyai ijazah yang asli, agar persoalan yang menguras energi bangsa ini segera selesai.

Kenyataan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi Jokowi, janganlah hanya karena memiliki pengaruh politik yang besar karena pernah menjadi presiden dan anaknya sekarang menjadi Wakil Presiden, kemudian begitu mudah main kuasa mau memperdayai orang-orang yang bersikap kritis padanya. Indonesia ini negeri besar, masyarakatnya juga sangat banyak yang berpendidikan, serta mempunyai keahlian di bidangnya masing-masing. Melawan orang-orang yang kritis padanya dengan hanya mengandalkan pengaruh politiknya, tidak akan lagi memiliki dampak apa-apa.

Masyarakat kritis itu kalau ditekan dan diperdayai, mereka akan semakin militan melawan dan sangat dahsyat sekali perlawanannya. Itulah karakter dari para pemikir, diam tapi kalau sudah dijahati suaranya akan mengguntur bumi, pergerakannya akan menggoncangkan semesta. Berbeda dengan orang-orang pandir yang suka menipu lalu mendapatkan keberuntungan menjadi penguasa, mau mengerahkan kekuatan aparatur negara sebesar apapun, nantinya ia akan tumbang juga.

Mahasiswa-mahasiswa yang beberapa waktu lalu melalukan aksi yang kontra produktif dengan pergerakan aksi mahasiswa lainnya, dan yang kemudian melakukan pertemuan dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka di istana, juga sudah diinterogasi oleh teman-teman sesama kampusnya sendiri. Mereka ternyata mengklaim sebagai perwakilan dari kampusnya dan mengaku dibayar 2 hingga 2,5 juta oleh pihak Wapres Gibran dan kepolisian. Mereka kemudian dipukuli oleh teman-temannya sendiri yang merasa perjuangan luhurnya telah dikhianati.

Persoalan negeri ini sudah sangat rumit dan bertambah rumit lagi dengan adanya kemelut kontroversi soal Ijazah Jokowi. Jokowi mantan presiden yang digaji oleh pajak rakyat dan yang rumah megahnya juga dibangun dari dana APBN, yang berarti pula uang rakyat. Harusnya Jokowi berjiwa besar dan berusaha secepat mungkin menyelesaikan persoalannya, dengan cara menunjukkan ijazahnya pada publik secara transparan. Jangan fotocopyannya atau salinannya yang ditunjukkan tapi aslinya ! Jangan lagi orang-orang mempertanyakan masalah ijazahnya, namun malah dilaporkan dan dituduh melakukan fitnah, pencemaran nama baik dll., sedangkan objek hulum dari sengketanya sendiri, yakni ijazah belum juga ditunjukkan secara transparan.

Rakyat di negeri ini sedang ramai-ramai menggugat soal keberadaan program Koperasi Desa Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG), yang ditengarai membuang-buang keuangan negara yang sangat besar, karena selain banyak dikorupsi dan tidak tepat sasaran, juga bukan persoalan prioritas nasional. Jangan sampai hanya karena kebebalan Jokowi, kemudian teriakan penghentian Kopdes Merah Putih dan Makan Bergizi Gratis (MBG) berubah menjadi persoalan MBG yang lainnya, yakni Mahasiswa Bayaran Gibran. Sapere aude !…(SHE).

Selasa, 23 Juni 2026.

Saiful Huda Ems (SHE).

scroll to top