PRAYA — Kisruh antara SPPG Desa Ketare dengan masyarakat terkait viralnya menu makanan yang diterima salah satu siswa, akhirnya berujung damai. Sebelumnya, persoalan tersebut sempat dilaporkan ke pihak kepolisian dan ditangani oleh Polres Lombok Tengah.
Namun, setelah melalui proses penyelidikan, pihak kepolisian memutuskan menghentikan kasus tersebut karena tidak ditemukan unsur pidana dalam postingan yang sempat beredar di media sosial.
Menindaklanjuti hal tersebut, pihak SPPG Desa Ketare kemudian menggelar pertemuan terbuka dengan terlapor, Lalu Muin.
Pertemuan berlangsung di salah satu rumah makan di Kota Praya dalam suasana penuh kekeluargaan.
kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara damai tanpa melanjutkan ke ranah hukum.
Ketua SPPI Desa Ketare, Alman Putra, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi, mengingat sebelumnya dirinya dan Lalu Muin belum saling mengenal.
“Saya ambil hikmah dari kejadian ini. Yang sebelumnya saya tidak kenal dengan Lalu Muin, kini akhirnya kami saling mengenal. Insya Allah ini menjadi awal persaudaraan kami,” ujarnya, Jum’at, 10 April 2026.
Sementara itu, Lalu Muin juga menegaskan bahwa dirinya tidak lagi memiliki persoalan dengan pihak SPPG Desa Ketare.
“Secara pribadi saya tidak ada masalah, dan saya sudah berpikir tidak akan melanjutkan persoalan ini lagi,” ungkapnya.
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut ditutup dengan saling berjabat tangan antara Alman Putra dan Lalu Muin sebagai simbol berakhirnya konflik.
Dengan kesepakatan damai ini, kedua belah pihak berharap tidak ada lagi kesalahpahaman di kemudian hari serta hubungan yang terjalin dapat terus terjaga dengan baik. (RED)
