Ini Pesan Agus Nur Hadie Sekda Banyumas Buat PPPK Guru Paruh Waktu

Banyumas – Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, memberikan pengarahan strategis mengenai nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh ASN PPPK Guru Paruh Waktu. Dalam acara yang digelar di Gedung Gurinda Dinas Pendidikan pada Rabu (21/1/2026).

ia menekankan bahwa status kepegawaian yang baru harus dijaga dengan dedikasi tinggi.

Agus Nur Hadie menjelaskan bahwa keberhasilan para guru melewati proses seleksi yang dinamis merupakan anugerah yang harus disikapi dengan penuh rasa syukur.

Menurutnya, menjadi bagian dari ASN adalah tanggung jawab besar yang menuntut profesionalisme dalam mencetak generasi masa depan di Banyumas.

“Atas nama Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan, saya menegaskan bahwa rasa syukur ini harus diwujudkan dalam tindakan nyata,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa wujud syukur yang paling utama adalah dengan menunjukkan kinerja yang maksimal serta menjaga loyalitas terhadap instansi.

Integritas diharapkan menjadi fondasi utama bagi setiap guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat di bidang pendidikan.

Sekda juga berpesan agar tenaga pendidik tidak berhenti belajar demi meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri setiap hari.

Hal ini bertujuan agar proses pembelajaran di sekolah menjadi lebih berkualitas dan mampu melahirkan siswa-siswi yang lebih cerdas dan kompetitif.

“Tunjukkan dengan berkinerja baik, berintegritas dan loyal. Bekerjalah dengan baik di lini atau tugas masing-masing,” katanya.

Agus mengingatkan para pegawai untuk senantiasa disiplin dalam berpakaian dinas sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Ia juga menyoroti pentingnya menjaga etika komunikasi di era digital agar tidak terjebak dalam penyebaran berita negatif yang merugikan.

Penggunaan teknologi informasi seperti media sosial harus dilakukan secara bijak agar tidak menimbulkan konflik pribadi maupun institusional.

Integritas, bagi Agus, merupakan keselarasan antara pikiran, hati, dan perbuatan yang harus tecermin dalam perilaku sehari-hari setiap aparatur negara.

“Penggunaan ponsel sering kali justru mendekatkan yang jauh namun menjauhkan yang dekat. Jika tidak disikapi dengan bijak, hal tersebut dapat menjadi sumber masalah,” tuturnya.(Redaksi swanara)

scroll to top