
Oleh : _Ibnu Hajar Mahbub_
Suatu saat seorang ulama Bashroh dari generasi _Tabiut Tabi’in_ yang bernama _Abu Hadzim_ akan melakukan perjalanan ke tanah suci dalam rangka menjalankan ibadah haji.
Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan rombongan yang juga akan pergi ke Mekkah dalam rangka menjalankan ibadah haji.
Melihat ada Abu Hadzim, salah seorang dari mereka bertanya kepadanya :
_*”Wahai Abu Hadzim, jika Tuan berkenan tolong jelaskan bagaimana melaksanakan ibadah haji yang khusyuk itu agar kami mendapatkan haji yang mabrur”*_?
Abu Hadzim menjawab : _*”Sebenarnya aku belum pernah berhaji secara khusyuk. Namun sepengetahuanku, ibadah haji yang khusyuk adalah engkau merasa bahwa kepergianmu ke Ka’bah adalah dalam rangka bertaubat dari semua amal yang engkau lakukan secara gegabah dan tidak sungguh-sungguh karena اَللّهُ ﷻ”*_.
Lebih lanjut Abu Hadzim berkata : _*”Engkau jangan mempunyai fikiran bahwa ibadah haji adalah amalan untuk menyempurnakan rukun Islam yang kelima. Namun jadikanlah hajimu sebagai perjalanan untuk bertaubat dari segala kegegabahan amalmu itu. Jika engkau berhaji dengan niat menyempurnakan rukun Islam yang kelima, hajimu tidak akan berhasil dan tidak akan mendapatkan haji yang mabrur. Sebab jika amal-amalmu selain haji tidak sempurna dan tidak engkau taubati, keislamanmu tidak akan sempurna dengan hajimu itu”*_
Mudah-mudahan saudara-saudara kita yang akan menunaikan haji, mendapatkan haji yang mabrur Aamiin
والله اعلم بالصواب
Pondok Aren
Selasa, 28 April 2026
10 Dzulqa’dah 1447 H
