Banyumas – Kasus dugaan investasi bodong yang menyeret mantan pegawai Bank Mandiri Taspen KCP Purwokerto kian memanas.
Fakta mengejutkan terbaru mengungkap adanya aliran dana misterius bernilai ratusan juta rupiah yang keluar-masuk dalam sehari di rekening para korban, tanpa pernah mereka ketahui atau setujui.
Hingga saat ini, skandal besar ini telah menjerat 51 orang pensiunan dengan total kerugian fantastis mencapai lebih dari Rp11 miliar.
Fakta Baru> Uang Gaib Masuk-Keluar dalam Semalam
Temuan mencengangkan ini terungkap setelah para korban melakukan penelusuran dokumen perbankan bersama Klinik Hukum Peradi SAI Purwokerto.
Pada 1 Maret 2025, tercatat ada dana raksasa yang tiba-tiba masuk ke rekening koran para korban, namun langsung didebit atau ditransfer keluar ke rekening lain pada hari yang sama.
“Uang itu muncul, lalu keluar lagi. Dari mana sumbernya, kapan proses pinjamannya, siapa yang mengajukan, dan ditransfer ke mana, kami tidak tahu.” — Dani (40), Anak salah satu korban.
Beberapa korban yang terkejut melihat “lalu lintas” dana gaib ini antara lain:
》Sumarni (67), Pensiunan ASN:
Menemukan aliran dana sebesar Rp419
juta lebih di rekening pertama, dan
Rp181 juta di rekening keduanya.
Sumarni menegaskan tidak pernah
menandatangani akad kredit atau
mengajukan pinjaman tersebut.
》SP (61), Pensiunan Penjaga Malam:
Menemukan transaksi serupa senilai
Rp200.900.700 yang masuk dan keluar
di hari yang sama.
Gaji Pensiun Dipotong Habis, Tersisa Rp500 Ribu
Dampak dari permainan dana gaib yang diduga bermodus “kredit siluman” ini sangat memukul psikologis dan finansial para lansia.
Sumarni, yang seharusnya menerima uang pensiun total Rp5 juta per bulan, kini hanya menerima Rp500 ribu saja karena habis dipotong otomatis untuk angsuran pinjaman yang tidak pernah ia nikmati.
Awalnya, para pensiunan ini hanya tergiur oleh program “tabungan endapan” atau deposito dengan janji imbal hasil bulanan yang ditawarkan oleh pelaku.
Namun kenyataannya, nama mereka diduga dicatut untuk pengajuan kredit plafon besar.
Mendesak Transparansi Perbankan
Bagaimana bisa pinjaman ratusan juta rupiah cair tanpa analisis kredit yang valid dan tanpa akad resmi dari nasabah? Pertanyaan besar ini kini menjadi fokus utama tim pendamping hukum korban.
Kini, 51 pensiunan yang menjadi korban berharap pihak berwenang segera mengusut tuntas aliran “dana misterius” tersebut, membuka transaksi secara transparan, dan menyeret semua pihak yang menikmati keuntungan dari penderitaan para pensiunan ini ke jalur hukum.(Red)
