Bantul – Keheningan pagi di Dusun Ngunan Unan, Srigading, Sanden, mendadak pecah oleh dentuman keras yang menggetarkan pemukiman warga pada Minggu (22/2/2026).
Insiden ledakan mercon yang terjadi sekitar pukul 05.25 WIB tersebut menyebabkan dua pemuda mengalami luka serius dan kerusakan bangunan yang cukup signifikan.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengonfirmasi adanya peristiwa tragis yang melibatkan bahan peledak bubuk mesiu tersebut. Berdasarkan keterangan di lapangan, ledakan bermula saat sejumlah pemuda berkumpul di rumah salah satu korban sekitar pukul 05.00 WIB.
Peristiwa ini melibatkan korban berinisial FZA (19), seorang mahasiswa asal Gadingsari, dan AAN (18), pelajar asal Srigading. Awalnya, FZA datang membawa bubuk mercon seberat 4 ons beserta plastik transparan dan mengajak rekan-rekannya meracik bahan berbahaya tersebut.
Meski ada empat saksi lain di lokasi, hanya AAN yang bersedia membantu FZA. Keduanya kemudian meracik mercon di teras rumah sebelah selatan dengan metode yang sangat berisiko, yakni mencampur bubuk mesiu dengan batu kerikil di dalam plastik, lalu mengikatnya menggunakan plester bening.
Nahas, saat sedang menggarap bungkusan kedua, bahan tersebut meledak hebat sebelum sempat diikat.
Daya ledak dari 4 ons bubuk mesiu tersebut memberikan dampak kerusakan yang nyata di lokasi kejadian. Iptu Rita Hidayanto menjelaskan bahwa kekuatan ledakan mengakibatkan atap plafon hancur berantakan, kaca jendela rumah pecah dan lantai di titik ledakan mengalami keretakan.
Kedua korban ditemukan saksi dalam kondisi bersimbah darah dengan luka-luka di beberapa bagian tubuh. Melihat situasi kritis tersebut, para saksi yang berada di lokasi langsung melarikan kedua korban ke RSUD Saras Adyatma menggunakan sepeda motor untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
Pihak Kepolisian Resor Bantul bergerak cepat dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) guna melakukan sterilisasi dan olah data. Petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi serta meminta keterangan dari empat saksi kunci.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak bermain-main dengan bahan peledak jenis apa pun, karena selain melanggar hukum, risikonya sangat fatal bagi keselamatan nyawa,” tegas Iptu Rita Hidayanto.
Kasus ini kini dalam penanganan lebih lanjut oleh pihak kepolisian untuk mendalami asal-usul bubuk mesiu tersebut.(Redaksi swanara)
