SUNGAI RAYA – Tim Unit Pencegahan Densus 88 Anti Teror (AT) Polri terus menggencarkan upaya preventif dalam menanggulangi penyebaran paham radikal di lingkungan pendidikan. Melalui program inovatif bertajuk LENTERA KAPUAS (Literasi, Edukasi, Toleransi Lawan Radikalisme dan Terorisme), Polri membekali ratusan pelajar di SMAN 4 Sungai Raya dengan pemahaman mendalam mengenai ideologi bangsa, Selasa (06/01/2026).

Kegiatan yang berlangsung edukatif ini diikuti oleh 361 siswa-siswi. Fokus utama dari program ini adalah menguatkan imunitas para peserta didik terhadap konsep-konsep dasar Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) yang kerap mengincar kelompok usia remaja.
Briptu Muhammad Mursid, S.H., perwakilan dari Tim Unit Pencegahan Densus 88 AT Polri, menjelaskan bahwa membekali siswa dengan kemampuan deteksi dini adalah prioritas utama di era keterbukaan informasi saat ini.
“Kami ingin siswa memiliki kemampuan deteksi dini terhadap modus perekrutan kelompok radikal dan memiliki sikap kritis terhadap tindakan perundungan (bullying),” tegas Briptu Mursid dalam arahannya.
Selain membahas bahaya radikalisme, para siswa juga diajak untuk mendalami pentingnya moderasi beragama, toleransi, serta etika bermasyarakat guna menciptakan budaya sekolah yang harmonis dan inklusif. Siswa diberikan strategi praktis untuk mengidentifikasi konten-konten di media sosial yang bermuatan provokatif atau manipulatif.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan dampak positif yang signifikan. Para siswa kini dinilai lebih waspada dan terampil dalam menyaring informasi terkait ajakan kelompok radikal. Dengan penguatan literasi dan edukasi melalui program LENTERA KAPUAS, diharapkan para pelajar dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan nilai-nilai perdamaian di lingkungan mereka masing-masing.(Redaksi swanara)
