BNPB: Korban Meninggal Bencana Sumatra Capai 1.182 Jiwa

0p8hh9zqhbyg1am-scaled.jpeg

Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat adanya penambahan korban jiwa akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra. Tambahan korban jiwa berasal dari beberapa kabupaten terdampak bencana Sumatra.

“Dalam dua hari terakhir terdapat penambahan korban meninggal dunia masing-masing satu jiwa di Aceh Utara. Kemudian, terdapat dua korban jiwa di Kabupaten Langkat serta satu korban jiwa di Tapanuli Tengah, sehingga total korban meninggal dunia kini menjadi 1.182 jiwa,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari saat konferensi pers di kantor BNPB, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Ia menyampaikan simpati dan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban atas musibah tersebut. Selain itu, Abdul menyampaikan BNPB juga memperbarui data korban hilang yang hingga saat ini masih dalam proses validasi.

Advertisement

“Sekali lagi, tentu saja simpati dan belasungkawa yang mendalam kami sampaikan kepada seluruh keluarga korban. Untuk korban hilang, per 9 Januari 2026 ini telah kami sesuaikan dan tervalidasi sebanyak 145 jiwa,” ucap Abdul Muhari.

Sementara itu, Abdul menyampaikan jumlah warga yang masih mengungsi tercatat mencapai 238.627 jiwa yang tersebar di berbagai wilayah terdampak. Terkait status kebencanaan, Abdul Muhari menyebutkan sebagian daerah di Provinsi Aceh telah beralih dari masa tanggap darurat ke fase transisi darurat.

Advertisement

“Per hari ini terdapat 14 kabupaten di Provinsi Aceh yang telah menyatakan pergeseran status dari tanggap darurat ke transisi darurat. Wilayah-wilayah tersebut masih menjadi fokus utama kami, terutama dalam pemulihan akses jalan darat dan distribusi logistik ke titik-titik masyarakat yang lokasinya cukup jauh dari posko,” ucap Abdul Muhari menutup.

Sementara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan terdapat 52 kabupaten/kota di tiga provinsi yang terdampak bencana. Sejak awal, Tito menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan mobilisasi besar-besaran untuk penanganan tanggap darurat.

“Pemulihan kami fokus membuka akses jalan, membangun jembatan, menyediakan layanan kesehatan, serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi segera. Dari 52 kabupaten kota terdampak, sebagian besar menunjukkan kemajuan, pemerintahan berjalan, konektivitas pulih, layanan dasar aktif kembali ekonomi,” ungkapnya.(Redaksi)

scroll to top