Aceh – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah jalur utama di Provinsi Aceh masih tidak bisa dilalui akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi sejak akhir November.
“Hampir seluruh jalur utama di Provinsi Aceh terputus total, termasuk perbatasan Sumatra-Aceh Tamiang, Gayo Lues-Aceh Tamiang, Bireuen-Takengon, serta Bener Meriah-Bireuen,” katanya.
“Jalur Banda Aceh-Lhokseumawe juga masih terputus, namun terdapat jalur alternatif melalui Jembatan Gantung Awe Geutah dengan akses terbatas,” sambungnya.
Menurut Abdul, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR sedang melakukan percepatan perbaikan terhadap infrastruktur penting tersebut.
BNPB juga mengoperasikan perangkat komunikasi darurat Starlink di sejumlah wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah, Lhokseumawe, Bireuen, dan Aceh Tamiang, dan mobilisasi perangkat tambahan ke area lain terus dilakukan.
Pada Senin (1/12/2025), pengiriman logistik dilakukan melalui jalur laut ke Kota Lhokseumawe. Bantuan diberangkatkan menggunakan Kapal Express Bahari dari Pelabuhan Krueng Geukeuh menuju Pelabuhan Kuala Langsa.
Pengiriman bantuan lewat jalur udara juga dilakukan untuk wilayah yang sulit diakses seperti Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Lhokseumawe.
Di Sumatra Utara, pemerintah terus berupaya membuka kembali akses darat di sejumlah daerah yang masih terisolasi. Salah satu jalur yang sudah dapat dilalui adalah Tarutung–Padangsidimpuan.
“Pembukaan akses jalan juga dilakukan pada jalur Tarutung-Sibolga. Langkah ini berdampak signifikan bagi masyarakat serta lintas sektor kementerian/lembaga dalam penanganan darurat. Titik akses yang dapat ditembus kini telah mencapai Dusun Sibalanga Jae atau tepatnya di depan Kantor Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara,” tuturnya.
Abdul menjelaskan bahwa bantuan tahap pertama untuk Kota Sibolga, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan telah tersalurkan sepenuhnya.
Namun distribusi menuju Mandailing Natal, Kota Gunungsitoli, dan Nias Selatan masih terkendala akses darat.
Untuk mengatasi hal tersebut, pengiriman melalui udara dengan tiga helikopter BNPB dan TNI AD terus dilakukan.
Beberapa sortie diarahkan ke area yang masih terisolasi, seperti Sopotinjak dan Muara Siabu.
Distribusi logistik di Sumatra Barat telah dimulai melalui jalur udara dan laut. BNPB bersama TNI dan Basarnas mengirimkan bantuan seberat 4 ton ke Kabupaten Solok, Agam, dan Pasaman Barat pada Senin (1/12/2025).
“Pengiriman melalui jalur laut juga dilakukan menuju Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, yang masih terisolasi akibat akses jalan tertutup,” katanya.(Red)
