Padang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Korong Surantih, Nagari Lubuak Alung, Jumat (2/1/2026) malam.

Demi keselamatan warga, para korban terdampak banjir diputuskan untuk diungsikan ke tempat yang lebih aman, yakni SD Negeri 19 Surantih, yang ditetapkan sebagai lokasi pengungsian sementara. Selain itu banjir juga melanda nagari ulakanan tapakis.
Proses evakuasi dan penanganan pengungsi dilakukan langsung oleh tim gabungan di bawah komando Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis.
Bupati memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera menyiapkan sekolah tersebut agar layak digunakan sebagai tempat pengungsian, sekaligus memastikan ketersediaan logistik dan kebutuhan dasar para pengungsi.
“BPBD kita minta segera menyiapkan lokasi pengungsian, memastikan kebutuhan dasar seperti alas tidur, selimut, busa, serta logistik lainnya tersedia dan bisa dimanfaatkan warga,” ucapnya
Tim kesehatan dan tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman juga langsung diterjunkan ke lokasi pengungsian untuk memberikan pelayanan kesehatan, memastikan kondisi para pengungsi tetap terpantau dengan baik.
Terkait dampak kerusakan akibat banjir, Bupati menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan.
“Untuk kerugian atau kehilangan infrastruktur, saya belum mendapatkan laporan lengkap.Namun informasi terakhir yang saya terima, di Surantih terdapat dua rumah yang dilaporkan hancur atau hanyut. Ini update sementara dari kawan-kawan di lapangan,” ujarnya.
John Kenedy Azis juga mengimbau seluruh masyarakat Padang Pariaman untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang belakangan ini tidak menentu.
“Saya mengimbau pada dunsanak ambo di manapun berada di Kabupaten Padang Pariaman, agar lebih berhati-hati. Jika hujan sudah berlangsung lebih dari tiga sampai empat jam, sebaiknya segera mencari tempat yang aman dan bebas dari potensi banjir,” ujarnya.(Redaksi)
