Banyumas – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Banyumas sejak Kamis (9/4) memicu serangkaian bencana alam di sejumlah titik. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) BANYUMAS mencatat sedikitnya sembilan kejadian hingga Jumat pagi (10/4).
Kabid Darurat dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, mengungkapkan bahwa bencana didominasi oleh banjir dan tanah longsor. Ia menyebutkan total kejadian tersebut tersebar di beberapa kecamatan di Banyumas.
“Total ada sembilan kejadian, terdiri dari lima banjir dan empat tanah longsor yang tersebar di beberapa kecamatan,” jelasnya.
Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang disertai petir menjadi pemicu utama terjadinya bencana di wilayah tersebut. Kondisi cuaca ini meningkatkan risiko longsor dan luapan air di sejumlah daerah rawan.
Sejumlah wilayah terdampak tanah longsor di antaranya terjadi di
#Desa Kutasari RT 1 RW 4 Kecamatan Baturraden. Longsor tersebut mengakibatkan tebing pondasi rumah warga mengalami kerusakan.
Selain itu, longsor juga menutup akses jalan di
#Desa Gununglurah, Kecamatan Cilongok. Material tanah menutup beberapa titik jalan lingkungan warga sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
Peristiwa serupa juga terjadi di
#Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang. Longsor berdampak pada rumah milik warga bernama Bapak Rasim.
Longsor juga dilaporkan terjadi di
#Desa Karangkemiri RT 12 RW 2 Kecamatan Pekuncen. Dua rumah warga di lokasi tersebut terdampak akibat pergerakan tanah.
bencana banjir dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah seperti Desa Pliken, Dukuhwaluh, dan Ledug di Kecamatan Kembaran.
Banjir juga terjadi di Desa Karangduren dan Klahang di Kecamatan Sokaraja.
Meski sempat merendam rumah warga, seluruh genangan air dilaporkan telah surut hingga Jumat pagi. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat mulai kembali normal secara bertahap.
Khusus di Desa Karangduren, banjir sempat merendam sedikitnya tiga rumah warga di RT 3 RW 3. Selain itu, genangan juga terjadi di wilayah RT 1 dan RT 2 RW 4.
Sedangkan di Desa Klahang, banjir dipicu oleh jebolnya tanggul Sungai Sogra. Peristiwa ini menyebabkan air meluap dan masuk ke permukiman warga. (Redaksi)
