IRJEN PIPIT RISMANTO DIISUKAN DIPERIKSA PROPAM! Terseret Pusaran Kasus Korupsi Tambang Bauksit Aseng?

Bandung – Skandal besar kembali mengguncang Korps Bhayangkara! Baru sebulan dipromosikan menjadi Kapolda Jawa Barat lewat Surat Telegram Kapolri tertanggal 7 Mei 2026, Irjen Pol Pipit Rismanto kini justru dihantam isu miring.

Mantan Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar) ini dikabarkan tengah diperiksa intensif oleh Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes Polri!

Informasi mengejutkan ini dibongkar langsung oleh Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, pada Minggu (7/6/2026).

Pemeriksaan jenderal bintang dua ini diduga kuat menjadi buntut dari ditangkapnya taipan tambang legendaris Kalbar, Sudianto alias Aseng, oleh Kejaksaan Agung!
🚨 Pusaran Korupsi Izin Tambang 2017-2025

Aseng sendiri telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung pada 21 Mei lalu atas kasus dugaan korupsi penyimpangan tata kelola izin usaha pertambangan (IUP) PT Quality Success Sejahtera (QSS).

Kasus mega korupsi sektor tambang bauksit ini berlangsung lama dalam rentang waktu periode 2017 hingga 2025. Isu kedekatan dan “back up” aktivitas tambang ilegal Aseng yang beroperasi bertahun-tahun di Kalbar disinyalir menjadi alasan mengapa Propam turun tangan memanggil sang mantan Kapolda.
💼 Ironi Rekam Jejak Sang Jenderal Reserse

Kabar pemeriksaan ini terasa sangat provokatif dan ironis mengingat rekam jejak mentereng Irjen Pipit Rismanto di bidang reserse kriminal khusus:

Mantan Dirtipidter Bareskrim: Ia adalah mantan Dirtipidter Bareskrim Polri (2021) yang dulunya justru memimpin pengungkapan kasus tambang ilegal nasional, termasuk kasus Ismail Bolong.

Promosi ke Jabar: Setelah menjabat Kapolda Kalbar (Maret 2023 – Mei 2026), ia baru saja ditunjuk menjadi Kapolda Jawa Barat menggantikan Irjen Rudi Setiawan.

Aroma tak sedap ini seolah mengulang pola lama, di mana mutasi jabatan sang jenderal lagi-lagi dikaitkan dengan dinamika penanganan kasus tambang yang dinilai publik belum sepenuhnya tuntas dibersihkan.

Publik kini menunggu pembuktian dari Mabes Polri: Apakah pemeriksaan ini akan berjalan transparan, atau sekadar formalitas di balik karpet merah promosi jabatan baru?.(Red)

scroll to top