NABI IBRAHIM SEMPAT MERASA IBA KETIKA HENDAK MENYEMBELIH PUTRANYA

IMG-20260527-WA0008.jpg

Oleh : _Ibnu Hajar Mahbub_

Di samping dua penyebab seperti diuraikan pada part sebelumnya yaitu ucapan Nabi Ibrahim sendiri dan juga kondisi masyarakat saat itu yang rela mempersembahkan manusia untuk tuhannya, ada penyebab lain kenapa الله perintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya adalah sebagaimana riwayat berikut.

Diriwayatkan dalam _Buku Sufi dan WaliyyuLLOH_ bahwa Nabi Ibrahim pernah tergerak dalam hatinya, seolah-olah beliau sangat belas kasihan terhadap makhluk, hingga beliau diuji oleh اَللّهُ ﷻ dan diangkatlah beliau ke Alam Malakut, yaitu tempat untuk melihat penduduk bumi dan perbuatan mereka.

Setelah beliau berada di _Alam Malakut_ di langit, beliau melihat berbagai macam perbuatan maksiat yang dilakukan oleh hamba-hamba اَللّهُ ﷻ di muka bumi, lalu beliau berdoa : _*”Ya اَللّهُ, binasakanlah rang-orang yang durhaka dan orang-orang yang berbuat maksiat itu”*_.

Lalu الله menjawab : _*”Aku lebih sayang pada hamba-Ku daripada engkau, ya Ibrahim. Turunlah engkau kembali ke bumi sebab mungkin mereka yang berbuat maksiat akan bertaubat dan kembali kepada-Ku”*_.

Ini pulalah yang disampaikan oleh Sahabat Ali bin Abi Thalib bahwa : _*”RasuLuLLoh ﷺ bersabda : Ketika اَللّهُ ﷻ memperlihatkan kepada Nabi Ibrahim malakuutus samaawaati wal ardli, tiba-tiba beliau melihat orang yang berbuat maksiat, beliau berdoa kepada اَللّهُ ﷻ agar membinasakan orang itu. Nabi Ibrahim berdo’a : “Ya الله، binasalkanlah orang-orang itu”*_.

Lalu, الله berfirman : _””Hai Ibrahim, engkau orang yang mustajab do’anya, maka jangan pergunakan doa itu untuk membinasakan hamba-Ku, sebab hamba-Ku ada tiga kemungkinan’.

_*Pertama, sdakalanya dia bertaubat dari dosa-dosanya dan Aku ampuni dosanya itu*_.

_*Kedua, Adakalanya Aku keluarkan dari orang-orang yang berdosa agar segera bertaubat atas dosa yang dilakukan”*_.

_*Ketiga, ada kalanya dia kembali menghadap kepada-Ku, maka terserah bagi-Ku untuk mengampuninya atau menyiksanya*_”.

Sebab do’a untuk membinasakan orang-orang yang berbuat maksiat itulah Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyembelih anaknya karena kejamnya beliau terhadap orang-orang yang berbuat maksiat agar dibinasakan.

Maka, ketika Nabi Ibrahim memegang pisau dan hendak menyembelih putranya, beliau berkata :_*”Ya Alloh, ini putraku, buah hatiku, manusia yang paling aku cintai”*_.

Tiba-tiba beliau mendengar jawaban : _*”Ingatlah hai Ibrahim, ketika engkau meminta kepada-Ku untuk membinasakan hamba-Ku, apakah engkau tidak mengetahui bahwa Aku amat kasih pada hamba-Ku sebagaimana kasihmu terhadap anakmu, maka jika engkau minta kepada-Ku untuk membinasakan hamba-Ku, Aku minta kepadamu untuk membunuh anggota keluargamu”*_.

Jadi ternyata kasih sayang manusia itu hanya terbatas pada hubungan darah, jika tidak ada hubungan darah dan kekeluargaan, manusia tak menghiraukannya. Sedangkan Rahmat اَللّهُ ﷻ lebih luas dari itu semua.

والله اعلم بالصواب

Pondok Aren
Jumat, 05 Juni 2026
19 Dzulhijjah 1447 H

scroll to top