PERINTAH UNTUK MENGORBANKAN NABI ISMAIL

IMG-20260527-WA0008.jpg

Oleh : Ibnu Hajar Mahbub

Pada part sebelumnya diceritakan bahwa suatu saat Nabi Ibrahim bermimpi untuk menyembelih putra satu-satunya dan putra kesayangannya, Nabi Ismail. Dari kisah tersebut kita patut bertanya : _*Mengapa اَللّهُ ﷻ memerintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih Ismail putra satu-satunya, lalu sebelum selesai penyembelihan itu, perintah tersebut dibatalkan dan digantinya dengan seekor domba*_ ?

Di dalam _Tafsir Al-Misbah karya Prof. Quraisy Shihab_ diceritakan bahwa Nabi Ibrahim hidup pada masa persimpangan pemikiran menyangkut pengorbanan manusia pada tuhan. Kala itu, hampir di seantero bumi, masyarakat rela _*mempersembahkan manusia sebagai sesaji kepada tuhan yang disembah*_.

Di Mesir, gadis cantik dipersembahkan kepada _*Dewa Sungai Nil*_ dengan cara dilarungkan ke sungai. Di Mesopotamia, Irak, bayi dibunuh untuk dipersembahkan kepada _*Dewa Baal*_. Di Meksiko, darah dan jantung manusia dipersembahkan kepada _*Dewa Matahari*_.

Maka, tatkala penyimpangan pemikiran tersebut semarak, اَللّهُ ﷻ memerintahkan kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya, Ismail, yang kemudian digantikannya dengan seekor domba besar dari surga agar pengorbanan manusia kepada dewa atas nama tuhan dihilangkan dan digantikannya dengan hewan.

Seperti yang diabadikan dalam Surat As-Shoffat, Ayat 102 :_*Maka tatkala anak itu sampai pada umur yang sanggup berusaha bersama Ibrahim, Ibrahim berkata : Hai anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku diperintahkan untuk menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu? (QS : As-Shoffat : 102)*_”.

Nabi Ismail dengan penuh keta’atan dan keimanan kepada اَللّهُ ﷻ menjawab seperti lanjutan Surat As-Shoffat, Ayat 102: _*Ismail berkata : Hai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, ان شاء الله engkau akan mendapatkan aku termasuk orang-orang yang bersabar (QS : As-Shoffat : 102)*_”

Seperti disebutkan pula dalam _*Kitab Bidayah wan Nihayah karya Imam Ibnu Katsir*_ bahwa sesungguhnya alasan اَللّهُ ﷻ menguji Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya Nabi Ismail adalah karena Nabi Ibrahim adalah _*kekasih ُ (خليل الله) yang sangat Dia cintai. اَللّهُ ﷻ ingin menguji Nabi Ibrahim untuk mengosongkan hatinya dari mencintai selain-Nya, apakah dia lebih mendahulukan cinta kepada Tuhannya atas cinta putranya atau lebih mendahulukan cinta putranya atas cinta Tuhannya?*_

_*Atau bisa jadi, lanjut Ibnu Katsir, bahwa ini disebabkan ucapan Nabi Ibrahim sendiri ketika Malaikat Jibril mendatanginya dan mengatakan bahwa “Jangankan cuma ternak, bila اَللّهُ ﷻ meminta anak kesayanganku Ismail untuk diserahkan, niscaya akan aku serahkan juga. Maka اَللّهُ ﷻ mengujinya dan sekaligus menagih atas NADZAR Nabi Ibrahim tersebut*_

_Gerald F. Dirk dalam Buku Ibrahim Kekasih Tuhan_ menceritakan bahwa setelah mendapatkan jawaban dari putranya Ismail yang sungguh mengharukan, akhirnya Nabi Ibrahim menyuruh Nabi Ismail untuk naik ke sebuah gunung.

Dapat diduga, Siti Hajar tidak tega melihat putra kesayangannya hendak dikurbankan, sehingga beliau lebih suka memilih untuk tidak ikut naik ke gunung.

Setelah mereka mencapai kaki gunung, Nabi Ismail mengambil kayu sementara Nabi Ibrahim membawa pisau.

Ketika mereka sampai di tempat yang ditentukan oleh اَللّهُ ﷻ, keduanya meletakkan barang mereka. Nabi Ibrahim mulai membangun altar sebagai tempat penyembelihan Nabi Ismail.

Tatkala Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail berserah diri secara total kepada اَللّهُ ﷻ, Iblis datang menggodanya.

_*iblis menggoda Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail agar ketiganya tidak jadi mengorbankan anaknya. Sebagai tanda penolakan terhadap bujukan Iblis, ketiganya melempari Iblis, masing-masing dengan tujuh batu kerikil*_.

Ketika ketiganya berhasil mengusir Iblis dengan lemparan batu kerikil, Nabi Ibrahim membaringkan putranya di atas kayu.

Nabi Ismail berkata :
_”‘Wahai ayahku, sembelihlah aku dalam keadaan aku bersujud dan jangan memandang wajahku, agar ayah dapat melaksanakan perintah Alloh , semoga اَللّهُ ﷻ merahmatiku’*_.

Dan ketika pisau diayunkan ke leher Nabi Ismail berkali-kali, pisau itu tak melukai sedikitpun leher Nabi Ismail.

_*”Maka, ketika keduanya telah berserah diri kepada اَللّهُ ﷻ dan Nabi Ibrahim merebahkannya di atas batu, Kami memanggilnya : Hai Ibrahim, sungguh engkau telah mewujudkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik”*_. (QS As-Shoffat: 101).

Pada saat-saat terakhir, nyawa Nabi Ismail diselamatkan dan tangan Nabi Ibrahim menjadi kaku. Tiba-tiba ketika melihat sekeliling, Nabi Ibrahim dikejutkan dengan datangnya seekor _*domba*_ yang berada di dekatnya dan mendekatinya. Kemudian Nabi Ibrahim mengorbankan domba itu sebagai ganti putra satu-satunya.

_*Tempat pengorbanan Nabi Ismail dan pelempaan batu terhadap Iblis tersebut berada di MINA yang terletak sekitar 6 sampai 7 km di timur Mekkah. Mina yang berarti sebuah harapan*_

والله اعلم بالصواب

┅━•❖🌳🌳❖•━┅

Pondok Aren
Kamis, 04 Juni 2026
18 Dzulhijjah 1447 H

_Bersambung_…

scroll to top