Santri Ponpes Darul Falah Banjarnegara Hilang Terseret Derasnya Sungai Serayu

IMG_20260524_110727.jpg

Banjarnegara – Sebuah insiden memilukan menimpa dunia pesantren di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Seorang santri remaja bernama Raihan Azka (13), dilaporkan hilang setelah hanyut terbawa arus kuat Sungai Serayu di Desa Rakit.

Hingga kini, tim SAR gabungan masih berkejaran dengan waktu dan derasnya arus sungai untuk menemukan korban.

Kronologi Kejadian> Berenang Tanpa Izin Berujung Petaka

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (23/5/2026), ketika Raihan bersama 10 rekannya sesama santri Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Falah nekat pergi ke Sungai Serayu. Kapolsek Rakit, AKP Satimin, mengungkapkan bahwa aksi mandi bersama ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan dan izin dari pengurus pondok pesantren.

Nahas, saat sedang asyik beraktivitas di air, Raihan yang diduga tidak mahir berenang mulai tenggelam dan terseret arus.

Teman-temannya tidak tinggal diam; mereka sempat heroik berusaha menyelamatkan Raihan dengan memegangi tangannya sekuat tenaga.

Namun, takdir berkata lain. Kuat dan ganasnya arus Sungai Serayu memaksa pegangan tangan mereka terlepas, hingga Raihan pun hilang tertelan aliran sungai.

Kendala Utama> Melawan Arus Serayu yang Ganas

Mendapat laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, serta para relawan langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.

“Kami masih berupaya mencari korban dengan menerjunkan dua regu menggunakan perahu karet serta menyisir beberapa titik,” ujar Koordinator Pos Basarnas Wonosobo, Dani Fitra Maulana.

Meski demikian, Dani mengakui bahwa derasnya arus Sungai Serayu menjadi kendala paling krusial yang dihadapi tim di lapangan saat ini.

Dua unit perahu karet dikerahkan penuh untuk menyusuri jalur aliran sungai dan menyisir titik-titik kritis tempat korban diduga kuat terbawa arus.

Respons Ponpes> Aturan Ketat yang Dilanggar

Di sisi lain, pihak pengelola Ponpes Darul Falah menegaskan bahwa lingkungan pesantren sebenarnya menerapkan aturan yang sangat ketat demi keselamatan para santri.

Pihak ponpes menyatakan telah lama mengeluarkan larangan keras bagi siapa pun untuk bermain atau mandi di area sungai tersebut.

Kasus tragis ini kini dalam penanganan penuh oleh pihak kepolisian setempat dan tim SAR.

Tim gabungan menegaskan tidak akan menyerah dan akan terus memaksimalkan proses pencarian hingga Raihan Azka berhasil ditemukan.(Red)

scroll to top