
Oleh : Ibnu Hajar Mahbub
Jika pada tulisan sebelumnya mengulas tentang ziarah ke RosuluLLOH, bukan ke maqbaroh RosuluLLOH, maka pada tulisan berikut adalah tata cara berziarah dan ucapan salam kepada beliau.
Di dalam suatu haditsnya, RasuLuLLoh ﷺ bersabda : “Sesungguhnya اَللّهُ ﷻ mewakilkan di maqomku malaikat yang menyampaikan kepadaku salam dari ummatku’. (HR. An-Nasai).
DI dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahwa RasuLuLLoh ﷺ bersabda : _*”Aku mendengar orang yang memanggil namaku ; Ya Rosulullah dan aku menjawabnya”*_.
Dikisahkan bahwa ketika _Abu Yazid Al-Mahdi_ seorang Tabi’in berpamitan kepada _Umar bin Abdul Aziz_ untuk kembali ke Madinah, Umar berkata : _*”Aku ada keperluan denganmu wahai Yazid”*_.
Abu Yazid berkata : _*”Apa keperluanmu yang bisa saya bantu, ya Amirul Mu’minin ?”*_.
_*”Jika engkau sampai di Madinah dan sholat di Mesjid Nabawie, maka sampaikan salamku untuk RasuLuLLoh ﷺ”*_. Kata Umar.
Abu Yazid menjawab : _*”Baiklah, akan saya sampaikan salam itu kepada RasuLuLLoh ﷺ”*_. wahai Amirul Mu’minin”.
Saudaraku, ketahuilah bahwa salah satu tradisi generasi salaf adalah bahwa mereka selalu mengirimkan salam kepada RasuLuLLoh ﷺ setiap kali ada orang yang pergi ke Madinah. Meskipun salam dari orang yang memberi salam kepada beliau akan tetap sampai walaupun dari jarak jauh, namun menitipkan salam kepada orang yang akan pergi haji dan umrah lebih utama karena ada percakapan dari orang yang berhaji dan umroh di dekat beliau dan jawaban oleh beliau sendiri*_.
Oleh karena itu, hal yang patut dipesankan kepada orang-orang yang akan berangkat haji dan umrah adalah mintakan do’a darinya dan titipkan salam untuk RasuLuLLoh ﷺ, bukan titip oleh-oleh ataupun makanan. Sebab jika itu yang dipesankan akan mengganggu konsentrasinya untuk berhaji dan itu makruh hukumnya.
والله اعلم بالصواب
Pondok Aren
Sabtu, 27 April 2026
09 Dzulqaidah 1447 H
