Tubuh Mahasiswa Disiksa Dengan Sundutan Rokok Dan Lilin Panas!!!!

IMG_20260421_193717.jpg

Banyumas – Jagat pendidikan di Purwokerto diguncang aksi kekerasan brutal. Seorang mahasiswa universitas negeri berinisial D menjadi korban penyekapan dan penganiayaan sadis yang diduga dilakukan oleh rekan sesama mahasiswa selama tiga hari berturut-turut (14–16 April 2026).

Kronologi Penganiayaan Sadis

Aksi tidak manusiawi ini bermula ketika korban didatangi oleh empat terduga pelaku (J, B, L, dan S) di sekretariat organisasi kampus.

Dengan ancaman senjata tajam, korban dipaksa ikut ke sebuah rumah kos. Di sana, korban mengalami penyiksaan berat, di antaranya:

》Kekerasan Fisik: Dipukul dan diintimidasi
secara verbal.

》Penyiksaan Kejam: Sekujur tubuh korban
penuh luka bakar akibat sundutan rokok
dan tetesan lilin panas di area tangan
serta leher.

》Perampasan Hak: Ponsel korban disita,
menyebabkan ia gagal mengikuti Ujian
Tengah Semester (UTS).

Motif sementara diduga terkait persoalan pribadi mengenai seorang perempuan berinisial A.

Intimidasi dari Oknum Rektorat

Mirisnya, saat keluarga korban mencari keadilan ke pihak kampus pada Senin (20/4), mereka mengaku justru mendapat intimidasi dari dua oknum pejabat rektorat.

Keluarga diklaim diancam akan dilaporkan balik dan dipersulit akses pendidikannya.

“Keluarga korban diancam tidak bisa kuliah di mana pun jika memperpanjang masalah ini,” ungkap Salsabila Hasna Huaida, Direktur Advokasi Yayasan Tribhata Banyumas.

Langkah Hukum

Yayasan Tribhata Banyumas telah resmi melaporkan kasus pengeroyokan, perampasan, dan penyekapan ini ke Polresta Banyumas.

Pihak pendamping hukum mendesak:

1. Kepolisian: Bertindak cepat dan
profesional menangkap para pelaku.

2. Kampus: Berhenti mengintimidasi dan
memberikan perlindungan nyata bagi
korban.

Saat ini, Satreskrim Polresta Banyumas tengah melakukan penyelidikan intensif untuk menyeret seluruh pelaku ke ranah hukum.

Kasus ini mencoreng wajah institusi pendidikan di Banyumas dan memicu gelombang desakan agar lingkungan kampus kembali menjadi ruang aman bagi mahasiswa.(Red)

scroll to top