JOMBANG – Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE) menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) yang dirangkai dengan Festival Pesantren Tebuireng serta agenda Halal Bihalal alumni pada Jumat hingga Sabtu, 17–18 April 2026.
Kegiatan dua hari tersebut menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antaralumni yang kini tersebar di berbagai wilayah, sekaligus sebagai sarana konsolidasi organisasi.

Ketua Panitia, H. Rosul Suritno, menjelaskan bahwa inti dari kegiatan ini adalah membangun kembali kebersamaan antaralumni.
“Fokus utamanya adalah mempererat ukhuwah dan silaturahmi para alumni yang sudah kembali ke daerah masing-masing, terutama melalui momentum halal bihalal ini,” ujarnya.
Rangkaian acara dimulai sejak pagi dengan kegiatan khataman Al-Qur’an (khotmil Quran).
kegiatan dilanjutkan dengan bazar yang menampilkan berbagai produk unggulan milik alumni dari sejumlah daerah. Produk yang dipamerkan cukup beragam, mulai dari kuliner khas, kopiah, hingga sarung.
Panitia menyampaikan bahwa bazar ini tidak hanya menjadi bagian dari kemeriahan acara, tetapi juga berfungsi sebagai media promosi bagi alumni yang memiliki usaha. Peserta bazar berasal dari berbagai daerah seperti Gresik, Blitar, Kediri, Mojokerto, dan Jombang, Pasuruan.
Saat ini, jaringan alumni Pesantren Tebuireng telah berkembang luas dengan total 82 Pengurus Cabang (PC) dan 18 Pengurus Wilayah (PW) di seluruh Indonesia.
Bahkan, organisasi ini juga memiliki perwakilan di luar negeri, khususnya di kawasan Timur Tengah.
Selain kegiatan festival dan bazar, Munas IKAPETE yang digelar setiap empat tahun sekali menjadi agenda utama. Dalam forum tersebut, salah satu pembahasan penting adalah pemilihan ketua umum atau Presidium Nasional (Presnas).
Rosul menjelaskan bahwa proses pemilihan dilakukan melalui penjaringan nama calon dari peserta Munas. “Nama-nama yang diusulkan nantinya akan diserahkan kepada pengasuh pesantren untuk diputuskan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa mekanisme pemilihan di IKAPETE memiliki ciri khas tersendiri karena keputusan akhir berada di tangan pengasuh pesantren. Calon yang terpilih diharapkan siap menerima dan menjalankan amanah tersebut.
Setiap Pengurus Cabang mengirimkan dua delegasi. Namun, dalam penyampaian pendapat atau aspirasi, cukup diwakili oleh satu orang.
Di sisi lain, acara ini juga diisi dengan pengajian rutin empat bulanan yang dihadiri para alumni.
Dalam kesempatan tersebut, turut diluncurkan buku tafsir Surat Al-Alaq karya Dr. KH. Mustain Syafi’i.
Dalam tausiyahnya, Dr. Mustain menyampaikan pesan penting kepada para alumni agar tetap berperan aktif dalam dunia pendidikan, setidaknya di lingkungan keluarga.
“Ini adalah pesan Mbah Hasyim (KH. Hasyim Asy’ari), bahwa alumni Tebuireng harus mengajar. Tidak harus di madrasah atau kampus, tapi minimal di keluarga masing-masing,” tuturnya di hadapan peserta.
ia juga menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara iman dan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, kedua hal tersebut harus berjalan seiring agar seseorang dapat mencapai derajat yang lebih baik.
Ia mengingatkan bahwa derajat manusia akan diangkat oleh Allah bagi mereka yang memiliki keimanan sekaligus ilmu pengetahuan, sehingga keduanya tidak boleh dipisahkan dalam kehidupan.

(D.E.P)
