Kapolres Kudus Pastikan Distribusi LPG Lancar , Timbangan Sesuai Standar

1000500158.jpg

Kudus – Polres Kudus mengawal kegiatan inspeksi mendadak (sidak) pengecekan pangkalan LPG 3 kilogram di wilayah Kabupaten Kudus bersama DPR RI Komisi XII dan PT Pertamina Patra Niaga sebagai langkah antisipasi potensi kelangkaan menjelang Ramadhan hingga Idul fitri, Rabu (4/3).

Sidak bersama Komisi XII Fraksi Golkar Jamalludin Malik ini diikuti oleh Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo, Bupati Kudus Samani Intakoris serta jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah.Rombongan kemudian meninjau Pangkalan Umanah di Desa Demaan, Kecamatan Kudus Kota. Dari hasil pengecekan, stok LPG dinyatakan aman dengan adanya tambahan 20 tabung dari alokasi awal. Selanjutnya, pengecekan dilakukan di Pangkalan LPG PSO Siaga di Desa Burikan, Kecamatan Kudus Kota, dengan alokasi mingguan sebanyak 220 tabung.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan mengatakan, kalau masyarakat mendapat harga LPG yang mahal, jangan dibeli. Pembelian bisa dilakukan langsung di pangkalan resmi yang bisa dicek di situs subsiditepatlpg.mypertamina.id.

”Kalau belinya di eceran, harganya bisa melambung tinggi. Bahkan ada yang melaporkan sampai harganya Rp 35 ribu. Nah itu jangan dibeli,” ungkap Taufiq.

Ia menjelaskan pihak pertamina telah melakukan penambahan pasokan (ekstra dropping) untuk wilayah Kudus guna mengantisipasi kelangkaan.

Dengan rincian, sebanyak 35.000 tabung telah ditambahkan pada tanggal 17-18 Februari. Kemudian saat Ramadan, total penambahan kumulatif dari minggu pertama hingga ketiga mencapai 33.000 hingga 34.000 tabung.

Sementara itu, Kapolres Kudus, Heru Dwi Purnomo mengatakan pihaknya turut melakukan pemeriksaan distribusi dan kesesuaian isi tabung.

“Dari hasil pengecekan, distribusi berjalan lancar. Kami juga melakukan pengecekan timbangan dan hasilnya sesuai standar,” kata AKBP Heru disela-sela kegiatan.

Ia menambahkan, berdasarkan keterangan agen, harga LPG 3 kilogram di tingkat pangkalan dijual sesuai ketentuan yakni Rp 18.000 per tabung.

“Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala untuk mencegah penimbunan maupun praktik penjualan di atas harga yang telah ditetapkan,” ungkapnya.

Kapolres mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli sesuai kebutuhan. Jika ditemukan adanya indikasi penimbunan atau harga yang tidak sesuai ketentuan, segera laporkan kepada pihak kepolisian.

“Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian dan Pertamina memastikan pasokan LPG di Kabupaten Kudus tetap terjaga selama Ramadhan hingga Lebaran. Jika mengetahui adanya indikasi penimbunan, segera laporkan,” pungkasnya.

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah mengimbau Masyarakat Kabupaten Kudus untuk tidak membeli elpiji 3 kilogram yang harganya melebihi HET yang ditetapkan, yakni sebesar Rp 18 ribu.(Yanto)

scroll to top