Tulang Bawang Tengah – Tubaba, Swanara.com – Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum Ramadan 1447 H sebagai titik balik kepedulian sosial melalui gerakan Ramadan Bersedekah.
Hal tersebut disampaikan Bupati saat melaksanakan kunjungan kerja sekaligus menyerahkan bantuan di Masjid Jami’ Atussholah, Tiyuh Tirta Makmur, Kecamatan Tulang Bawang Tengah, pada Selasa (03/03/2026).
Dalam sambutannya yang hangat namun tegas, Novriwan Jaya menekankan bahwa sedekah bukan sekadar memberi, melainkan bentuk ujian ketakwaan dan keikhlasan seorang hamba kepada Sang Pencipta.
”Ujian ketakwaan paling tinggi itu adalah keikhlasan. Mengapa Ramadan Bersedekah? Karena ibadah yang paling disukai Allah dalam hubungan sosial adalah sedekah. Salat dan puasa itu untuk diri kita, tapi sedekah adalah bukti kepercayaan kita pada janji Allah,” ujar Bupati di hadapan jamaah.
Beliau juga mengingatkan agar masyarakat tidak ragu dalam bersedekah dengan nominal yang layak. “Jangan sampai kita mengaku percaya Allah, tapi saat kotak amal lewat, kita justru mencari uang yang paling kecil. Padahal Allah menjanjikan balasan hingga berkali-kali lipat,” tambahnya.
Terkait tata kelola zakat, Novriwan Jaya memberikan instruksi khusus kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di setiap Tiyuh agar aktif menjemput bola. Beliau mengingatkan bahwa pengelolaan zakat telah diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2011, di mana pengumpulan zakat tanpa SK resmi dapat berimplikasi pidana.
”Sebagai pemimpin, saya sudah menggugurkan kewajiban saya dengan membentuk UPZ di setiap Tiyuh agar tidak ada lagi masyarakat yang tidak tahu cara membayar zakat mal. Kini tinggal pengurus UPZ yang harus bekerja keras mengetuk pintu warga yang mampu,” tegasnya.
Bupati memaparkan keberhasilan Baznas Tubaba yang semula hanya menghimpun dana di bawah Rp400 juta per tahun, kini melonjak hingga hampir Rp5 miliar berkat kebijakan pemotongan zakat 2,5% dari tunjangan kinerja pejabat. Dana tersebut diprioritaskan untuk beasiswa pendidikan agar tidak ada anak Tubaba yang putus sekolah.
Selain aspek religi, Bupati juga menyinggung kemandirian ekonomi melalui program K3 (Kandang, Kolam, dan Kebun). Beliau mendorong warga untuk memanfaatkan setiap jengkal pekarangan rumah untuk menanam komoditas pangan, terutama cabai.
”Masa kita petani, tapi cabai dan bayam saja beli? Cabai adalah penyumbang inflasi terbesar. Jika ibu-ibu menanam sendiri di rumah, uang belanja bisa ditabung. Pemanfaatan pekarangan ini adalah kunci menekan inflasi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tuturnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Ny. Novi Novriwan, jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Ketua Baznas Tubaba, Ketua MUI Tubaba, serta Plt. Camat dan seluruh Kepalo Tiyuh se-Kecamatan Tulang Bawang Tengah.
Di akhir sambutannya, Bupati mengajak seluruh organisasi keagamaan seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII untuk bersatu padu menyukseskan program pemerintah, termasuk program Bank Sampah Bergerak demi menjaga kelestarian lingkungan di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai.
(Jay)
