Korlantas Polri Perkirakan 3,6 Juta Pemudik Melintas Tol Saat Lebaran

1772014013383_79809-scaled.jpg

Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memaparkan hasil survei dan analisis dalam rangka persiapan pengamanan arus mudik Lebaran 2026.

Dari kajian tersebut, diproyeksikan jutaan kendaraan akan keluar dari Jakarta menuju berbagai daerah melalui ruas tol.

“Khusus jalan tol, memang ada bangkitan arus yang cukup tinggi. Jadi, proyeksinya itu yang melintasi tol yang menuju ke Trans Jawa dan Sumatera, itu 3,6 juta,” ucap Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (26/2/2026).

Agus menyampaikan, dalam rangka pengamanan arus mudik tahun ini, Polri akan melaksanakan Operasi Ketupat 2026 yang digelar pada 13-26 Maret 2026 di seluruh jajaran.

Dalam pelaksanaan operasi tersebut, sejumlah strategi rekayasa lalu lintas telah disiapkan guna mengantisipasi kepadatan. Titik-titik rawan kemacetan juga sudah dipetakan sebagai prioritas penanganan.

“Kita sudah siap skenario daripada pengaturan lalu lintas, baik alih arus, penjagaan. Nanti ada contraflow, one way, termasuk juga jalan-jalan tol yang difungsionalkan. Japek Selatan, Japek II, itu nanti akan kita gunakan untuk arus balik dan beberapa tol fungsional,” kata Agus.

Selain itu, pembatasan operasional angkutan berat juga akan diberlakukan. Kendaraan berat yang diperbolehkan melintas hanya yang mengangkut kebutuhan pokok, seperti BBM dan bahan pokok penting.

Agus menambahkan, pengamanan tidak hanya difokuskan pada jalur mudik, tetapi juga di kawasan wisata, tempat ibadah, serta simpul transportasi umum seperti pelabuhan. Salah satu titik yang menjadi perhatian karena kerap mengalami kepadatan adalah Pelabuhan Bakauheni.

“Tentunya kita mempersiapkan jalan tol dengan dinamikanya jalan tol. Dua, jalan arteri yang cukup panjang di Indonesia. Semuanya sudah dilakukan survei. Yang ketiga adalah berkaitan dengan pengamanan penyeberangan pelabuhan Merak-Bakauheni, Ketapang dan lain sebagainya,” ujar dia.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil survei lapangan, perbaikan infrastruktur jalan tol masih terus dilakukan, termasuk penanganan jalan berlubang untuk mencegah kecelakaan.

“Kemarin saya dari kilometer 1 sampai 188, masih ada jalan yang dalam perbaikan. Jadi, memang dengan kondisi cuaca kemarin sebagian jalan rusak, tetapi H-7,” ungkap Agus.(D.e.p)

scroll to top