Polresta Surakarta Terjunkan Tim Trainer Laksanakan Campaign Hour of Code AI Ready ASEAN Di Sejumlah SLTA

Surakarta – Polresta Surakarta menerjunkan tim trainer dari personel internal untuk melaksanakan Campaign Hour of Code – AI Ready ASEAN di sejumlah sekolah tingkat SLTA di wilayah Kota Surakarta, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung peningkatan literasi teknologi serta pemahaman tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan pelajar sebagai generasi penerus bangsa di era digital.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa dalam pelaksanaan Campaign Hour of Code AI Ready ASEAN tersebut, pihaknya menerjunkan 10 personel yang dibagi menjadi lima tim, dimana masing-masing tim terdiri dari dua personel.

“Para personel yang menjadi trainer ini sebelumnya telah mendapatkan pelatihan khusus dari tim Mafindo, sehingga memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, serta metode pembelajaran yang tepat untuk disampaikan kepada para siswa,” ujar Kapolresta.

Pada hari pelaksanaan, tim trainer menyasar enam sekolah setingkat SLTA di Kota Surakarta, yakni SMA Negeri 4 Surakarta, SMK Negeri 2 Surakarta, SMA Negeri 2 Surakarta, SMK Negeri 4 Surakarta, SMA Negeri 7 Surakarta, dan SMK Negeri 6 Surakarta.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa dikenalkan secara langsung dengan konsep dasar kecerdasan buatan, mulai dari pengertian AI, cara kerja, hingga penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara interaktif dan mudah dipahami sehingga para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi pembelajaran, ujarnya.

Kapolresta menambahkan bahwa selain penyampaian materi, para siswa juga diajak untuk memahami proses kerja AI melalui pengenalan konsep pengumpulan data, pengenalan pola, hingga proses pengambilan keputusan sederhana. Tidak hanya itu, mereka juga diberi kesempatan untuk mencoba membuat proyek AI sederhana melalui kegiatan coding dasar.

Dengan metode belajar sambil bermain, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga mempraktikkan secara langsung, mencoba berbagai eksperimen, serta belajar dari kesalahan yang mereka temui selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan keberanian mencoba, kemampuan berpikir logis, serta kreativitas dalam memecahkan masalah, imbuhnya.

Melalui kegiatan Campaign Hour of Code – AI Ready ASEAN ini, diharapkan dapat menumbuhkan minat para pelajar terhadap dunia teknologi, khususnya kecerdasan buatan, sehingga mereka memiliki bekal awal untuk menghadapi perkembangan era digital yang semakin pesat, harapnya.

Selain memperoleh pengetahuan baru, para siswa juga mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan memotivasi mereka untuk terus belajar, berpikir kritis, serta berani berinovasi.

Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mempersiapkan generasi muda yang siap bersaing dan berkontribusi di bidang teknologi di masa depan, pungkas Kapolresta.(Redaksi swanara)

scroll to top