Banjarnegara – Pabrik Herbel Bata ringan PT Blescom di Kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara diaudensi oleh LSM Harimau terkait dengan beberapa hal yang dianggap kurang sesuai seperti perijinan lingkungan Amdal, keselamatan tenaga kerja yang masih diragukan sehingga dipertanyakan acara audensi

Berdasarkan aduan masyarakat Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Harapan Rakyat Indonesia Maju dengan anggota ribuan mendatangi perusahaan tersebut, namun hanya beberapa puluh anggota perwakilan yang masuk untuk mengklarifikasi terkait Perijinan Amdal serta Keselamatan Tenaga Kerja.
Pihak Perusahaan saat di ruang Audensi
dan dipertanyakan seolah ada hal yang ditutupi dan kurang transparan sehingga LSM Harimau merasa kecewa.
Dan jika terkait dengan perijinan yang memang sedang dalam proses kenapa bisa berjalan dalam hal ini Pihak Pemerintah Kabupaten Banjarnegara serta Dinas terkait patut diduga sangat lemah.
Ajis selaku Staf Perusahaan saat dikonfirmasi oleh Awak Media mengatakan
“Ijin sedang berproses terkait dengan beroperasinya pabrik sudah direferensikan pihak Pemda. Jumlah Pekerja 236 orang semuanya sudah didaftarkan ke BPJS serta dampak lingkungan juga sudah melakukan uji laboratorium hasilnya masih di ambang batas”, Ucapnya
Dalam kegiatan Audensi untuk mempertanyakan terkait dengan Perijinan maupun keselamatan kerja karyawan maupun bahan baku pasir yang juga salah satu bahan material yang digunakan untuk bata ringan ( herbel ) semua pertanyaan tidak memuaskan para audensi hingga acara berakhir.
Pipit salah satu anggota LSM Harimau di ruang Audensi menyampaikan bahwa dari tadi beberapa pertanyaan yang sudah disampaikan tidak dijawab dengan data secuil pun hanya omon-omon saja “, ungkapnya
Kegiatan Demo dan Audensi di perusahaan Bata ringan di kecamatan Purwanegara Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah pada tgl 29 Januari 2026
Dikawal ketat oleh beberapa kesatuan keamanan dari Polres Banjarnegara dan Kepolisian Polda Jawa Tengah berlangsung lancar serta kondusif.(Redaksi swanara)
