Banyumas – Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas, kedatangan Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, dalam agenda UKP Mendengar yang digelar pada Sabtu (17/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah pusat dengan para pelaku seni, ekonomi kreatif, dan generasi muda di wilayah Banyumas dan sekitarnya.
Raffi Ahmad menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan semangat para pekerja seni yang hadir dalam kegiatan tersebut.
“Saya mengucapkan salam hormat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada generasi muda dan para pekerja seni di Banyumas, Cilacap, dan Jawa Tengah. Tadi saya melihat langsung berbagai IP kreatif, tarian, hingga karya lukisan yang luar biasa,” ujarnya
Ia menegaskan, aspirasi yang disampaikan para pelaku seni akan ditindaklanjuti dan diupayakan terintegrasi dengan program pemerintah pusat. Salah satunya melalui pemanfaatan aset milik BUMN maupun BUMD yang belum optimal.
“Pemerintah saat ini mendorong revitalisasi aset BUMN dan BUMD yang belum termanfaatkan, agar bisa menjadi ruang berkarya bagi teman-teman. Bisa untuk menari, melukis, hingga berjualan. Insya Allah akan kami komunikasikan dengan kementerian dan lembaga terkait,” tambahnya.
Ketua Bidang Pemasaran dan Pembiayaan Komite Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah, Dimas Hedy Utomo, menjelaskan bahwa UKP Mendengar merupakan gerakan pemerintah untuk menyerap aspirasi pelaku seni, ekonomi kreatif, dan kepemudaan secara langsung.
“Hari ini kami berkolaborasi dengan berbagai komunitas, seperti Rianto Dance Studio, Sanggar Kamulian Sindorejo, Cilacap Kreatif, hingga Komite Ekraf Kabupaten Semarang. Kehadiran UKP membuka peluang besar agar program-program daerah bisa terangkat dan dikatalisasikan menjadi program berskala nasional,” jelas Dimas.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah tenant dari Peken Banyumasan, pasar seni artisan yang telah berlangsung selama tiga tahun. Hal ini dinilai menjadi peluang bagi pelaku kreatif lokal untuk memperluas akses pasar.(Redaksi swanara)
