Padang – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) terus berkomitmen memberikan pelayanan maksimal bagi warga terdampak bencana banjir. Pada Selasa (13/1/2026),
Tim medis Biddokkes menyisir enam posko pengungsian dan Hunian Sementara (Huntara) di Kota Padang untuk memberikan pengobatan gratis.
Tercatat sebanyak 112 warga mendapatkan layanan kesehatan yang tersebar di beberapa titik, mulai dari Posko Huntara Lubuk Buaya, Lubuk Minturun, Gunung Nago, Tabing Banda Gadang, Gurun Laweh, hingga Nanggalo.
Fokus pada Keluhan Pasca-Bencana
Pelayanan kesehatan ini menyasar berbagai keluhan medis yang umum terjadi pasca-bencana, seperti demam, batuk, flu, gatal-gatal (penyakit kulit), asam lambung, diare, hingga hipertensi.
Tim medis diterjunkan sejak pukul 08.00 WIB guna memastikan seluruh warga di posko terakomodasi dengan baik.
Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, dr. Faizal, menekankan bahwa kegiatan Bakti Kesehatan (Baktikes) ini merupakan instruksi langsung untuk memastikan kondisi fisik para pengungsi tetap terjaga di tengah keterbatasan sarana.
Kami hadir langsung ke posko-posko untuk memastikan masyarakat yang mulai terserang penyakit pasca-banjir mendapatkan penanganan medis segera. Dari 112 warga yang kami periksa, mayoritas mengeluhkan flu dan gatal-gatal. Kami telah memberikan obat-obatan serta vitamin tambahan agar imunitas mereka tetap kuat selama di pengungsian, ujar dr. Faizal.
Senada dengan hal tersebut, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyampaikan bahwa aksi sosial ini adalah bagian dari rangkaian Operasi Kemanusiaan Polda Sumbar dalam menangani daerah bencana.
Biddokkes Polda Sumbar bekerja secara simultan dengan satuan tugas lainnya di lapangan. Sesuai arahan Kapolda, keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami akan terus memantau perkembangan kesehatan warga di posko-posko lainnya guna mencegah terjadinya penularan penyakit yang lebih luas, ungkap Kombes Pol Susmelawati.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di seluruh posko pelayanan terpantau tertib. Warga tampak antusias dan merasa terbantu dengan adanya pengobatan gratis yang diberikan langsung di lokasi pengungsian.
(Red)
