Mendagri : 15 Daerah Sumatra Belum Normal

Jakarta -: Pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra belum sepenuhnya tuntas. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mencatat, sedikitnya 15 kabupaten/kota masih berada dalam kondisi belum normal berdasarkan hasil pengamatan pascabencana.

“Dari 15 kabupaten/kota yang belum kembali normal pascabencana, tujuh di antaranya berada di Provinsi Aceh. Daerah tersebut meliputi Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Luwes, Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Pidie Jaya,” kata Tito.

Hal tersebut disampaikan Tito dalam rakor Satgas Pemulihan Pascabencana DPR dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Pemerintah, di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026). Penilaian itu, kata Tito, merupakan hasil evaluasi secara top-down.

Advertisement

Selain Aceh, Tito mengungkapkan bahwa Provinsi Sumatra Utara masih memiliki lima daerah yang belum sepenuhnya pulih, yakni Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Sibolga.

Sementara itu, di Sumatra Barat tercatat tiga daerah yang masih terdampak serius pascabencana, yakni Tanah Datar, Padang Pariaman, dan Kabupaten Agam yang disebut sebagai wilayah dengan kondisi terberat.

Meski demikian, Tito menuturkan akan meminta pemetaan data laporan-laporan terkini dari sejumlah daerah terdampak bencana. Hal tersebut akan dijadikan sebagai data keberlanjutan dalam pemulihan pascabencana di Sumatra.

Advertisement

Dalam hal ini, Mendagri juga mengemban tugas sebagai Kepala Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana. Penunjukan Tito memimpin satgas tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Satgas menuturkan nantinya terdapat sejumlah variabel dalam data pemetaan daerah yang masih belum normal. Variabel tersebut dijelaskan Tito Karnavian akan mengkategorikan tingkat konsentrasi penanggulangan pascabencana.

“Tapi kita ingin mendengar juga dari bawah, bottom-up dari semua Bupati, Wali Kota, itu bener nggak 9 data asumsi), ternyata ada yang beda juga, ada yang kita nggak duga, ternyata perlu atensi. Dari situ inilah kira-kira beberapa variabelnya,”ucap Tito Karnavian.(Redaksi swanara)

scroll to top