Banyumas – Wakil Bupati Banyumas Dwi Asih Lintarti secara resmi menerima 133 mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Wilayah Kabupaten Banyumas.

Acara penerimaan tersebut yang dihadiri para civitas akademika UNU Purwokerto, para pengasuh pondok pesantren, para unsur forkompimcam dan para peserta KKN dilaksanakan pada Selasa (6/1/2026) di Pendopo Wakil Bupati Banyumas.
Dalam kesempatan tersebut Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Purwokerto Dr. Ir. H. Achmad Iqbal, M.Si mengatakan pihaknya menyerahkan mahasiswanya untuk melaksanakan KKN di empat wilayah kecamatan di Kabupaten Banyumas yang akan berlangsung selama 45 hari.
“Dengan ini kami serahkan anak anak kami sejumlah 133 mahasiswa untuk melaksanakan KKN di Wilayah Kabupaten Banyumas, khususnya pada empat wilayah kecamatan yaitu Purwokerto Barat, Sokaraja, Kemranjen dan Tambak,” ungkapnya
Ia mengungkapkan KKN UNU Purwokerto menjadi berbeda dibanding universitas-universitas lainnya, karena UNU Purwokerto memilih menempatkan mahasiswanya untuk tinggal di pondok pesantren di wilayah pelaksanaan KKN. Menurutnya hal tersebut ditempuh dengan harapan mahasiswanya dapat lebih mendalami ilmu agama selama penyelenggaraan KKN.
“Belum ada perguruan tinggi yang lokasi KKNnya di pondok pesantren, baru UNU Purwokerto saja. Karena Saya ingin seluruh lulusan UNU memiliki karakter Al Sunnah Wal Jamaah, yang secara langsung dapat dipraktekkan di pondok pesantren,” ucapnya
Namun pihaknya juga menekankan kepada para mahasiswanya untuk tetap melaksanakan program-program pemberdayaan terhadap masyarakat sesuai dengan disiplin ilmu yang dimiliki dengan melakukan kerjasama dengan pemerintah sekitar di wilayah pelaksanaan KKN.
Untuk itu, Wabup Lintarti secara terbuka menerima para mahasiswa UNU Purwokerto yang akan melangsungkan praktek KKN di Wilayahnya. Senada dengan yang disampaikan Rektor UNU, menurutnya sebagai salah satu wujud pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, KKN merupakan kegiatan yang sangat strategis bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dipelajari.
“Semoga melalui kegiatan KKN ini, saudara-saudara mendapatkan pengalaman nyata di lapangan yang tidak hanya memperkaya ilmu pengetahuan saja, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ungkapnya
Lintarti mengatakan tema yang diusung pada KKN periode ini yakni ‘penguatan pemberdayaan masyarakat berbasis nilai aswaja melalui sinergi perguruan tinggi, desa, dan pondok pesantren’ dinilai sangat relevan dengan karakter sosial dan kulturan di Kabupaten Banyumas.
“Kehadiran mahasiswa KKN di Desa-Desa yang berbasis pesantren ini, kami harapkan mampu menjadi penguat peran pondok pesantren sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” tuturnya
Lebih lanjut, Ia juga meminta kepada para jajaran forkompimcam untuk dapat mendukung program dan keguiatan para peserta KKN di wilayahnya.(Redaksi)
