Banyumas – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas Ibnu Asaddudin secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MTs se-Kabupaten Banyumas yang digelar di De Garden Resto, Purwokerto . Sabtu , (15/11)
Tampak hadir Kasi Pendma Wahyu Fauzi Aziz, Pengawas Madrasah Charis Munandar, Pengurus KKM MTs Kab. Banyumas. Kepala dan perwakilan dari MTs se-Kabupaten Banyumas
Kakan Kemenag menekankan pentingnya sinergi antar madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperkuat peran KKM sebagai wadah strategis dalam pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, serta penguatan tata kelola madrasah.
“KKM harus menjadi motor penggerak inovasi dan kolaborasi antar madrasah. Dengan koordinasi yang baik, kita bisa menciptakan pendidikan madrasah yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya.
Lebih lanjut Kakan Kemenag menekankan terkait pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai pengganti Ujian Nasional (UN). Meskipun TKA bersifat tidak wajib madrasah dapat memilih untuk mengikuti TKA sesuai kesiapan dan kebutuhan mereka.
“ TKA bertujuan untuk memberikan gambaran objektif tentang kemampuan akademik siswa, mengukur capaian akademik siswa secara nasional dengan standar yang seragam, menjadi alat seleksi untuk jenjang pendidikan berikutnya, seperti masuk SMA atau perguruan tinggi, dan memberikan data terstandar untuk membandingkan hasil belajar antar satuan pendidikan secara adil”. Ujarnya lebih lanjut
Rapat koordinasi ini juga menjadi ajang diskusi dan evaluasi program kerja KKM MTs, serta melakukan pemilihan kepengurusan KKM MTs Kabupaten Banyumas yang baru. Dimana terpilih secara aklamasi Kepala MTs Negeri 3 Banyumas Sudir menjadi ketua KKM MTs Kembali.
Sementara itu Kasi Pendma , M Wahyu Fauzi Aziz menyampaiakan bahwa untuk memajukan madrasah diperlukan super tim, untuk mencetak generasi unggul tidak hanya dibidang agama saja, tapi juga di pengetahuan umum
“ Maka dari itu kami memohon dukungan dari bapak ibu untuk bersama sama memajukan madrasah, menyiapkan anak anak yang berkualitas. Kepala Madrasah, guru, komite, dan yayasan harus saling bersinergi, saling bergerak, saling mendukung dan saling kondusif untuk memajukan madrasah. Jaga Marwah madrasah masing masing jangan sampai muncul tindakan tindakan yang dapat mencoreng madrasah yang tidak sesuai, maka dari itu kita harus saling memiliki. Dan Kepala madrasah harus bisa memberikan support dan motifasi.” Pungkasnya.(Redaksi swanara)
