25 Bidan Puskesmas Ikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Untuk Turunkan Angka Kematian Ibu Dan Bayi

FB_IMG_1775553691816.jpg

Banyumas – Catatan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas, hingga Februari 2026 cakupan pelayanan antenatal di Kabupaten Banyumas masih berada di kisaran 15–17 % untuk K1 hingga K6 (kunjungan pemeriksaan kehamilan yang dilakukan ibu hamil ke tenaga kesehatan).

Hal ini menunjukkan bahwa kesinambungan pelayanan kehamilan masih belum optimal.

Di sisi lain, 29,53% ibu hamil masuk kategori risiko tinggi, dengan faktor dominan usia >35 tahun, KEK (LILA KEK <23,5 cm), anemia, dan hipertensi. Di periode yang sama masih tercatat adanya kematian ibu dan 26 kematian bayi yang sebagian besar terjadi pada periode paling kritis, yaitu perinatal. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinkes dan KB Kabupaten Banyumas, dr. Dani Esti Novia, dalam sambutannya secara daring pada acara Pembukaan Pelatihan Pelayanan Antenatal Care, Persalinan, Nifas dan Skrining Hypotiroid Kongenital (SHK) bagi Bidan di FKTP Kerjasama RSUD Banyumas dan Dinkes KB Kabupaten Banyumas Angkatan 2 Tahun 2026 pada Senin (6/4/2026) di Aula Pertemuan RSUD Banyumas Lantai III Gedung Thalasemia. Dia menegaskan jika ingin menurunkan kematian ibu dan bayi secara signifikan, maka tidak bisa hanya bekerja di hilir tetapi harus geser intervensi ke hulu, yaitu pada fase prakonsepsi. “Tidak boleh ada lagi missed opportunity, setiap kontak dengan pasien harus menjadi kesempatan untuk skrining, edukasi, dan intervensi” tegasnya. Dia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi dan lintas program dalam upaya menanggulangi permasalahan yang ada. “Upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama yang solid antara seluruh tenaga kesehatan, fasilitas pelayanan, serta dukungan masyarakat” pesannya. Direktur RSUD Banyumas, dr. Widyana Grehastuti, Sp.OG.,M.Si.Med., dalam penyampaian sambutanya mengatakan bahwa RSUD Banyumas sebagai UOBK Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Banyumas selalu berupaya untuk mendukung program pemerintah di bidang Kesehatan diantaranya adalah dalam rangka penurunan AKI dan AKB.(Redaksi swanara)

scroll to top